Groundbreaking Entrance Stasiun Harmoni, Pram Tegaskan Penguatan Integrasi Transportasi Jakarta
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Selasa, 20 Januari 2026 13:40 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pintu masuk (entrance) Stasiun MRT Harmoni, Selasa (20/1/2026).
Pembangunan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan melalui pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Pram menyatakan, Stasiun Harmoni akan menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta. Kawasan ini dinilai strategis karena berfungsi sebagai pusat mobilitas pegawai pemerintahan sekaligus kawasan bisnis dan kuliner. Ia meyakini peran Harmoni akan semakin krusial ketika jalur MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029.
"Hampir 25 tahun saya cukup mengenal tempat ini. Saya meyakini, jika pada tahun 2029 TOD Harmoni telah selesai, kawasan ini akan menjadi TOD yang sangat strategis. Di sekitar area ini terdapat banyak kantor pemerintahan, seperti Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Sekretariat Kabinet, Kantor Staf Presiden, serta sejumlah kantor di sekitar Istana. Tentu stasiun ini akan dimanfaatkan secara optimal," ujar Pram.
Ia menambahkan, kawasan Harmoni pada masa lalu merupakan pusat bisnis yang vital. Melalui pembangunan MRT dan pengembangan TOD, kawasan ini diharapkan kembali tumbuh sebagai simpul aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dengan karakter berbeda dibandingkan kawasan TOD lain seperti Blok M.
"Harmoni nantinya akan memiliki entrance MRT yang sekaligus terkoneksi dengan Transjakarta. MRT fase 2A ditargetkan mencapai Monas dan beroperasi pada 2027. Selanjutnya, jalur akan diperpanjang hingga Kota Tua dengan tujuh stasiun, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota Tua," jelasnya.
Pram menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan entrance Stasiun Harmoni, termasuk pengelola kawasan Duta Merlin yang sebelumnya memanfaatkan sebagian area proyek.
"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran MRT Jakarta. Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, bahkan jika memungkinkan lebih cepat, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," tuturnya.
Pramono mengungkapkan, tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 92 persen. Namun, tingkat pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pembukaan rute-rute baru Transjabodetabek, termasuk rencana pengembangan rute Bandara-Blok M.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan MRT fase 2 merupakan tahap krusial dalam pengembangan sistem transportasi massal yang menghubungkan pusat kota hingga Kota Tua.
"Panjang Stasiun Harmoni mencapai 252 meter dengan lebar 18 meter dan kedalaman 17 meter. Stasiun ini memiliki dua lantai, yakni concourse dan platform, serta tujuh entrance, masing-masing dua di sisi barat, dua di sisi timur, dan tiga di bagian tengah yang terintegrasi dengan halte Transjakarta," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













