Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Detik-Detik Mencekam di Bandara Korowai, Pilot Smart Air Kirim Pesan Darurat Sebelum Gugur

Detik-Detik Mencekam di Bandara Korowai, Pilot Smart Air Kirim Pesan Darurat Sebelum Gugur
Pesawat Smart Air yang diserang KKB hingga menewaskan pilot dan kopilot di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Kamis (11/2).
Kamis, 12 Februari 2026 06:46 WIB

JAKARTA – Tragedi kemanusiaan kembali pecah di tanah Papua. Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro gugur dalam tugas setelah pesawat Smart Air yang mereka awaki diberondong peluru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2/2026).

Insiden maut ini terjadi sesaat setelah pesawat berhasil mendarat dengan mulus sekitar pukul 11.05 WIB. Tanpa peringatan, tembakan membabi buta dilepaskan dari arah hutan di pinggiran landasan, menyasar badan pesawat yang baru saja berhenti.

"Situasi langsung kacau. Pilot, kopilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, Rabu (11/2/2026).

Di tengah desingan peluru dan upaya menyelamatkan nyawa, kedua awak pesawat tersebut masih sempat menunjukkan profesionalismenya. Mereka mengirimkan sinyal darurat melalui perangkat GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan untuk melaporkan serangan tersebut sebelum akhirnya melarikan diri ke arah hutan.

"Pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan," jelas Johnny Eddizon Isir.

Naas, saat berusaha menyusul para penumpang, Kapten Egon dan Kapten Baskoro terus dikejar oleh timah panas. Keduanya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang diderita. Sementara itu, 13 penumpang sipil yang berada dalam penerbangan tersebut dilaporkan berhasil selamat dari maut.

Penyerangan di Kampung Danowage ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua. Publik kini menyoroti sejauh mana jaminan keamanan bagi awak penerbangan yang menjadi urat nadi logistik dan transportasi di wilayah terpencil tersebut.

Evakuasi jenazah kedua pahlawan penerbangan ini sedang diupayakan di tengah kondisi medan yang sulit dan risiko gangguan keamanan yang masih tinggi. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan nasional sekaligus alarm keras bagi stabilitas keamanan di Papua Selatan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Papua
wwwwww