Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kejurnas Tinju PERBATI 2026 Sukses, dari Tempat Bersejarah Ragunan Terjaring 49 Petinju Muda dan Elit

Kejurnas Tinju PERBATI 2026 Sukses, dari Tempat Bersejarah Ragunan Terjaring 49 Petinju Muda dan Elit
Ray Zulham Farras Nugraha bersama Tim Tinju DKI Jakarta yang meraih gelar juara umum Kejurnas Tinju PERBATI. (Gonews.co Group)
Minggu, 15 Februari 2026 21:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PERBATI 2026 yang digelar di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta Ragunan, Jakarta Selatan, 12-15 Februari 2026 berlangsung sukses. Dari tempat bersejarah yang telah melahirkan atlet-atlet nasional berprestasi internasional ini telah telah terjaring petinju muda berkualitas dan elit yang akan bergabung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas). 

"Misi kita menjadikan kejurnas tinju PERBATI dengan penilaian yang fair telah terwujud. Seluruh peserta puas dengan keputusan wasit/juri. Saya berharap dari Ragunan akan lahir petinju muda berbakat dan elit yang bisa mengulang kesuksesan Albert Papilaya Olimpiade dan La Paene Masara menembus perempat finalis Olimpiade. Albert dan La Paena itu kan lahir dari Ragunan yang dulu dijadikan kawah candradimuka pembinaan atlet pelajar dari berbagai daerah," kata Ray Zulham Farras Nugraha usai menyerahkan hadiah bagi Tim Tinju DKI Jakarta yang meraih gelar juara umum Kejurnas Tinju PERBATI pertama.

Apa yang diungkapkan Ray terkait Ragunan telah melahirkan atlet-atlet berprestasi juga diakui La Paene Masara yang sukses menembus perempat finalis Olimpiade Atlanta 1996.

"Saya dan Albert memang hasil binaan Pusat Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) bermarkas di Ragunan dengan biaya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sekarang PPLP sudah tidak ada lagi yang ada hanya PPOP DKI Jakarta," jelas La Paene Masara yang dihubungi terpisah.

Langkah awal yang baik dengan mengedepankan fair play di Kejurnas Tinju PERBATI diakui Sonny Rambing, mantan petinju nasional yang menangani Rambing Boxing Camp (BC).

"Petinju Jawa Tengah memang belum meraih emas di kejurnas tinju PERBATI ini karena memang persiapan kami terlalu mepet. Tetapi, saya puas dengan kepemimpinan dan penilaian wasit/juri dan ini harus dipertahankan. Ke depan, saya akan mempersiapkan lebih baik lagi petinju," kata putra pelatih tinju legendaris Sutan Rambing.

Dari hasil penilaian wasit/juri, kata Komisi Teknik PERBATI, Bonyx Saweho, telah menjaring 49 petinju berkualitas dari 12 kelas untuk U 19 (8 kelas putra dan 3 kelas putri), 10 kelas U 23 (6 kelas putra dan 4 kelas putri), dan 7 kelas Elit (4 putra dan 3 putri).

Rinciannya, kata Bonyx yang juga jebolan PPLP Kemenpora, 17 petinju U 19 tahun (14 putra dan 4 putri), 17 petinju U 23 tahun (10 putra dan 7 putri), dan 15 petinju elit (9 putra dan 6 putri).

"Peraih medali emas di kejurnas ini dipastikan akan dipanggil masuk pelatnas ditambah dengan petinju elit yang tergabung dalam SEA Games ke-33 Thailand. Seperti Vicky Tahumil Junior, Maikhel Roberrd Muskita, Uswatun Hasanah," kata petinju Indonesia yang terakhir tampil di Olimpiade Athena 2004.

Sekjen PERBATI Hengky Silatang menjelaskan, mereka yang dipanggil masuk pelatnas akan dipersiapkan menghadapi dua kalender event internasional yang berlangsung tahun 2026.

"Khusus petinju U 19 dan U 23 akan dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Tinju Asia atau Asian Boxing Championship U 19 & U 23 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, April mendatang. Sedangkan petinju elit akan dipersiapkan menghadapi Asian Games Nagoya 2026," ujarnya.

Lebih jauh Hengky Silatang mengungkapkan, Kejurnas Tinju PERBATI yang menanggung biaya hotel dan akomodasi 120 peserta dari 26 daerah ini menyediakan uang pembinaan untuk peraih emas senilai Rp2.5 juta, perak Rp1,5 juta, petinju terbaik Rp10 juta, favorit Rp7 juta, harapan Rp5 juta dan juara umum Rp30 juta.

GoNews.co Petinju terbaik Asri Udin, pet
Petinju terbaik Asri Udin, petinju favorit Pangeran Februzio Lani, dan petinju harapan Mirade Saviour Muaja. (Dok. PERBATI)

DKI Jakarta Juara Umum dan Asri Udin Petinju Terbaik

Pada Kejurnas Tinju PERBATI yang mendapat dukungan Kemenpora dan dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansah, Tim Tinju DKI Jakarta sukses merebut gelar juara umum dengan mengoleksi 16 medali emas, 7 perak, dan 2 perunggu. "Kami senang dan bangga bisa mempersembahkan gelar juara umum buat DKI Jakarta," kata Ketua PERBATI DKI Jakarta, Alan Sahputra.

Tidak hanya meraih gelar juara umum, peraih medali perak SEA Games ke-33 Thailand yang memperkuat DKI Jakarta berhasil meraih gelar petinju terbaik. Dalam pertandingan final kelas 60kg putra yang berlangsung Sabtu (14/2/2026) malam, Asri Udin meraih kemenangan RSC ronde kedua atas petinju Jawa Tengah, Fendy Pradana Yuliandika.

Sementara itu, petinju Bali, Pangeran Februzio Lani terpilih sebagai petinju harapan. Dalam pertandingan final di kelas 65kg putra, petinju profesional yang bermaih di HSS ini mengalahkan Mirade Saviour Muaja dari Sulawesi Utara dengan skor telak 5-0.

Sedangkan petinju favorit direbut petinju asal Sulut Exel Gerald Karimela yang meraih medali emas setelah mengalahkan Marlon Hae dari Bali dalam pertandingan final kelas elit 47-50kg putra.  

GoNews.co Asri Udin saat menghadapi Fend
Asri Udin saat menghadapi Fendy Pradana Yuliandika.

Hasil Kejuaraan Tinju PERBATI sekaligus Seleknas :

Putra U 19

Kelas 47-50kg:

1. Anugra Tri Sandy A (DKI Jakarta)

2. Derriel Hanny Wagiu (Sulut)

3. Christian Oktan Sahputra (Kalimantan Barat)

3. Batista Jibhar Samuel Solle (Bali)

Kelas 55kg:

1. Reezcho Cavarera (DKI Jakarta)

2. Stevino Jhosua Mai (Sulut)

3. Rafael Apriliano Manti (NTT)

3. Razan Bahri (Kepulauan Riau)

Kelas 60kg :

1. Joshua Toni Martes (DKI)

2. Mario Vegas Bere Muda (Bali)

3. Critoforus Imbiri (Papua)

3. Fazryn Ramanda Panjaitan (Sumut)

Kelas 65kg :

1. Pangeran Februzio Lani (Bali)

2. Mirade Saviour Muaja (Sulut)

3. Rasya Afiano Setiawan (Lampung)

3. Kyle Gustav (DKI Jakarta)

Kelas 70kg:

1. Victor Wengkang (Sulut)

2. M Ridho Pabji Satrio (DKI Jakarta)

Kelas 75kg:

1. M Rayhan Attailah (DKI Jakarta)

2. Yosua Stevanus Manguntu (Sulut)
3. M Fahri Lubis (Sumut)

Kelas 85kg:

1. Irnanda Firnanda (Kalimantan Barat)

2. Reza Dwi Noviar (Bangka Belitung)

Kelas 90kg:

1. Nouval (Jambi)

2. Justin Agung Noveneas (DKI Jakarta)

Putri U 19

Kelas 51kg :

1. Anggie Intana Chalik (DKI Jakarta)

2. Nadine Dwi Aryani (Lampung)

3. Azzurakhima Sahida (Papua)

Kelas 54kg:

1. Fani Afnani Janati (DKI Jakarta)

2. Siti Nadia H (Bengkulu)

Kelas 57kg:

1. Dira Artika (Lampung)

2. Rachel Alexandra (DKI Jakarta)

Putra U 23

Kelas 47-50kg:

1. Frederik S Ampage ( DKI Jakarta)

2. Maikel Waren (Papua)

3. Heri Banamtuan (NTT)

3. La Ode Fathul Hakim Sila (Sulteng)

Kelas 55kg :

1. Philip Tetiray (Maluku)

2. Maikel Ratag (Sulut)

3. Anus Utlay (Papua)

3. Ronald Raealinggam (DKI Jakarta)

Kelas 60kg:

1. Mars de Volta (DKI Jakarta)

2. Rizky Sandi Wardana (Sumut)

3. Luis Marchelindo Galilea Wamikere (Sulut)

3. Fachry Elang Ramdhany (Jateng)

Kelas 65kg :

1. Laskar Putra (DKI Jakarta)

2. Ray Gurusinga (Banten)

3. Elias Saa (Maluku)

3. Adventio C Fakdawer (Papua)

Kelas 70kg:

1. Radiansyah (DKI Jakarta)

2. Indra Muh Fajar (Banten)

Kelas 85kg:

1. M Riko Prayogi (DKI Jakarta)

2. M Sahir K (DKI Jakarta)

Putri U 23

Kelas 45-48kg

1. Linda Sari Langi M (DKI Jakarta)

2. Nabila Fitri Piloto (Sulut)

3. Dyah Yunita Rifai (Maluku)

Kelas 54kg:

1. Marion Simorangkir (DKI Jakarta)

2. Putri Marina Abidondifu (Papua Barat)

Kelas 60kg:

1. Nurul Izzah Nukuhehe (DKI Jakarta)

2. Faleri Kabuare (Papua)

Kelas 65kg:

1. Maria Meisita Manguntu (Sulut)

2. Triya Cesilia Siagian (DKI Jakarta)

Elit Putra:

Kelas 47-50kg:

1. Exel Gerald Karimela (Sulut)

2. Marlon Hae (Bali)

3. Victo Pratama (Jateng)

3. Erfandi Dim Romadhoni (Lampung)

Kelas 55kg:

1. Aldom Sugoro (DKI Jakarta)

2. Boma Indra Tarlina (Bangka Belitung)

3. Ricco Kansil (Sulut)

3. Ade Saputra (Banten)

Kelas 60kg:
1. Asri Udin ( DKI Jakarra)
2. Fendy Pradana Yuliandika (Jateng)
3. Haedir Nasir (Banten)
3. La Ode Abdul Basith (Sulteng)

Kelas 65kg

1. Jackson Tatamang (DKI Jakarta)

2. Muhamad Alif (Bangka Belitung)

Elit Putri :

Kelas 54kg:

1. Nabila Maharani (Lampung)

2. Miranda (DKI Jakarta)

3. Silva Muskita (Papua Barat)

Kelas 57kg:

1. Sindy M Zein (DKI Jakarta)

2. Femmy Benamen (Maluku)

Kelas 75kg:

1. Julya Sisilia Siagian (DKI Jakarta)

2. Nur Hidayah (Bangka Belitung). ***

wwwwww