Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Menpora Erick Bicara Soal Perawatan TPCI Terbaik di Asia Tenggara

Menpora Erick Bicara Soal Perawatan TPCI Terbaik di Asia Tenggara
Tempat latihan anggar dan peralatannya. (Kemenpora)
Minggu, 15 Februari 2026 15:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KARANGANYAR - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora  RI) Erick Thohir, berharap adanya terobosan terkait mekanisme administrasi untuk perawatan fasilitas Paralympic Training Center Indonesia (TPCI) di Karanganyar, Jawa Tengah, yang telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama.

"Saya berharap juga nanti setelah fasilitas ini terlengkapi juga kondisinya tetap terawat. Untuk itu perlu adanya terobosan mekanisme administrasi agar jangan sampai perawatan ini yang telah ada kerjasama dengan swasta tapi pendanaannya mandeg atau tidak bisa," kata Menpora Erick saat kunjungan ke Paralympic Training Center Indonesia, Sabtu (14/2/2026) kemarin.

Paralympic Training Center berlokasi di kaki Gunung Lawu, tepatnya tidak jauh dari kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri di Desa Delingan, Karanganyar. Pembangunannya dilaksanakan sejak Desember 2023 dan tuntas pada Desember 2024.

Pusat pelatihan olahraga ini dibangun di atas lahan seluas 80.262 m2 dengan total luas bangunan 34.346 m2 yang terdiri dari GOR 1 seluas 17.482 m2 dan Gedung Asrama seluas 16.864 m2. Gedung Asrama terdiri 2 tower rumah susun setinggi empat lantai dengan kapasitas 188 kamar yang dapat menampung 392 atlet.

Kemenpora saat ini telah bekerjasama dengan Kemendagri terkait pemanfaatan fasilitas-fasilitas olahraga yang dibangun pemerintah pusat dan daerah, agar bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

"Komersialisasi itu boleh terbuka selama dipergunakan untuk prioritas perawatan aset tersebut. Sudah banyak pemerintah membangun fasilitas olahraga tapi pas perawatan tidak lancar ini yang perlu diperhatikan, untuk itu harus ada introspeksi diri," urainya lagi.

Ia pun menekankan fleksibilitas ini harus terus didorong sehingga aset-aset yang dibangun pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang diserahkan kepada NPC dan organisasi olahraga lainnya bisa terus terawat dan terjaga sesuai payung hukum yang ada.

"Insha Allah Kemenpora akan membantu juga untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara ini bisa terus menjadi yang terbaik," pungkasnya. ***

wwwwww