Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Korporasi

FPPJ Desak Evaluasi Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta

FPPJ Desak Evaluasi Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta
Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta, Endriansyah (Rian). (Ist).
Senin, 16 Februari 2026 16:33 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta, Endriansyah (Rian), menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Daud Joseph sebagai tindak lanjut atas sejumlah kasus kecelakaan hingga dugaan pelecehan seksual yang terjadi dalam layanan transportasi publik tersebut.

‎Rian mengatakan, sebagai moda transportasi andalan warga Ibu Kota, PT Transjakarta harus mampu menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. 

‎
‎Menurutnya, berbagai insiden yang terjadi belakangan ini menjadi catatan serius bagi manajemen, khususnya pada bidang operasional dan keselamatan.
‎
‎“Kami memandang perlu adanya evaluasi terhadap Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta. Banyaknya kasus kecelakaan hingga dugaan pelecehan seksual menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan pengendalian perlu dibenahi secara serius,” kata Rian dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
‎
‎Ia menegaskan, evaluasi tersebut bukan semata-mata untuk menyalahkan individu, melainkan sebagai langkah perbaikan tata kelola agar kejadian serupa tidak terus berulang. Sebab, aspek keselamatan dan perlindungan penumpang harus menjadi prioritas utama.
‎
‎“Transportasi publik adalah wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Jika masih terjadi kecelakaan dan kasus pelecehan, artinya ada yang harus diperbaiki, baik dari sisi standar operasional prosedur, pengawasan petugas, maupun sistem keamanan di armada dan halte,” tegasnya.
‎
‎Rian juga mendorong manajemen PT Transjakarta untuk meningkatkan pelatihan bagi pramudi dan petugas lapangan, memperkuat sistem pemantauan, serta memastikan mekanisme pengaduan berjalan efektif dan responsif terhadap laporan masyarakat.
‎
‎Selain itu, ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham untuk melakukan pengawasan lebih ketat dan memastikan adanya transparansi dalam penanganan setiap kasus.
‎
‎“Kami berharap evaluasi ini dilakukan secara objektif dan terbuka. Tujuannya agar kepercayaan masyarakat terhadap Transjakarta tetap terjaga dan pelayanan semakin baik ke depan,” pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, Korporasi, DKI Jakarta
wwwwww