Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Komut Pertamina Pimpin Koordinasi Penanganan Musibah Pesawat Pelita Air dengan Kapolda Kaltara

Komut Pertamina Pimpin Koordinasi Penanganan Musibah Pesawat Pelita Air dengan Kapolda Kaltara
Komut PT Pertamina, Mochamad Iriawan. (Ist)
Kamis, 19 Februari 2026 23:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Komisaris Utama (Komut) PT. Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian daerah, menyusul musibah kecelakaan pesawat milik Pelita Air yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis (19/2/2026). Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses evakuasi korban berjalan cepat, aman, dan sesuai prosedur.

Dalam koordinasi Komut Pertamina terhadap langkah penanganan di lapangan melibatkan Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. serta Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas S.I.K yang sejak awal membantu proses pengamanan lokasi, evakuasi, hingga pengaturan jalur distribusi logistik dan tim medis.

Menurut Mochamad Iriawan, jenazah korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan diberangkatkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan awal. "Setelah itu, jenazah ditempatkan di kamar jenazah atau lemari pendingin di Tarakan guna menjaga kondisi sebelum proses pemulangan," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengarahkan aparat setempat untuk tidak memberangkatkan jenazah ke Jakarta pada hari yang sama. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang kurang mendukung keselamatan penerbangan.

"Keselamatan seluruh proses menjadi prioritas utama, sehingga setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi. Penundaan dilakukan agar proses transportasi udara dapat berjalan lebih aman dan lancar," tuturnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia menyebut helikopter dari Balikpapan dijadwalkan berangkat menuju Tarakan untuk menjemput jenazah pada hari berikutnya. Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan diterbangkan menggunakan armada Pelita Air menuju Jakarta.

"Pihak PT Pertamina (Persero) memastikan seluruh rangkaian evakuasi dan pemulangan korban dilaksanakan secara terkoordinasi dengan aparat keamanan dan otoritas setempat, sekaligus mengedepankan aspek keselamatan, penghormatan kepada korban, serta dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.

"Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan hingga seluruh proses penanganan pascakecelakaan dinyatakan selesai, bahkan musibah ini tentunya menjadi alarm dan perlu dievaluasi secara menyeluruh," pungkasnya. ***

wwwwww