Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Lampu Hijau Bea Cukai, Logistik Diaspora Malaysia Masuk via Lhokseumawe Tanpa Hambatan

Lampu Hijau Bea Cukai, Logistik Diaspora Malaysia Masuk via Lhokseumawe Tanpa Hambatan
Bencana Sumatera (Foto: Dok BNPB)
Kamis, 19 Februari 2026 08:32 WIB

JAKARTA – Hati nurani akhirnya menang melawan kaku-nya birokrasi. Pemerintah dan DPR RI sepakat memberikan "jalur hijau" bagi bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatera yang dikumpulkan oleh diaspora Indonesia di Malaysia.

Kesepakatan penting ini diambil dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Gedung DPR RI, Rabu (18/2/2026), untuk memecahkan kebuntuan regulasi yang membuat bantuan tersebut tertahan di Pelabuhan Port Klang, Malaysia.

Wakil Ketua DPR RI, Ahmad Sufmi Dasco, menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, aturan impor tidak boleh menghalangi niat baik. Bantuan tersebut rencananya akan masuk melalui Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh.

"Karena ini kan sumbangan dan hanya satu kali dan jumlahnya juga tidak mengganggu, jadi saya pikir mungkin bisa direalisasikan secepatnya supaya barang ini bisa masuk dan kita awasi ketat langsung ke pengungsian," tegas Dasco.

Gayung bersambut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin pihak Bea Cukai tidak akan mempersulit masuknya logistik tersebut selama ada rekomendasi jelas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Izin, selama ada keterangan dari BNPB, bisa kami bebaskan. Jadi BNPB bilang ini bantuan untuk bencana, Bea Cukai akan melepaskan itu," jamin Purbaya.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, merinci bahwa bantuan yang tertahan memiliki nilai fantastis dan sangat dibutuhkan pengungsi, di antaranya 3.000 karung pakaian baru senilai Rp126 miliar, 5.000 dus makanan siap saji, hingga ribuan liter minyak goreng dan air mineral.

Sebelumnya, komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir sempat menjadi perdebatan karena aturan larangan terbatas (lartas) dan perlindungan perdagangan. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, yang awalnya khawatir akan dampak pada regulasi ekspor-impor, akhirnya melunak demi alasan kemanusiaan dengan catatan pengawasan ketat agar barang tidak diperjualbelikan.

"Kalau memang harus masuk, saya kira tidak masalah, tapi pengawasan yang sangat ketat," ujar Amran.

Nantinya, seluruh bantuan akan diterima dan didistribusikan langsung oleh BNPB ke titik-titik pengungsian di Sumatera, memastikan tidak ada satu pun barang yang bocor ke pasar komersial.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara
wwwwww