Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Menang Lelang Panas Bumi Halmahera, Ormat Technologies Panen Kritik Keras

Menang Lelang Panas Bumi Halmahera, Ormat Technologies Panen Kritik Keras
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen yang baru diresmikan Presiden Prabowo di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Kamis, 19 Februari 2026 09:43 WIB

JAKARTA – Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memenangkan PT Ormat Geothermal Indonesia dalam lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu, Halmahera Barat, menuai badai kritik. Langkah pemerintah ini dinilai kontradiktif dengan sikap tegas Indonesia di panggung diplomasi internasional terkait isu Palestina.

Sorotan tajam datang dari Center of Economic and Law Studies (Celios). Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menyayangkan pragmatisme pemerintah yang justru membuka keran keuntungan bagi entitas bisnis yang berafiliasi langsung dengan Israel.

"Ini bukan sekadar bisnis energi, tapi sebagai aliran keuntungan bagi Israel, negara yang tidak pernah mengakui kemerdekaan Palestina," tegas Bhima, Rabu (18/2/2026).

Menurut data resmi, PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan bagian dari Ormat Technologies Inc., raksasa energi yang didirikan tahun 1965 di Yavne, Israel, dan tercatat di Bursa Efek Tel Aviv. Kemenangan ini disahkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 yang diteken Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, pada Rabu (12/2/2026).

Bhima menilai, masuknya perusahaan tersebut dalam proyek strategis nasional berpotensi melemahkan posisi moral Indonesia. Investasi ini dianggap seolah menutup mata terhadap rekam jejak negara asal perusahaan tersebut demi mengejar target bauran energi baru terbarukan.

"Posisi moral Indonesia di dunia internasional semakin melemah," tambahnya.

Jejak Ormat di Indonesia sebenarnya sudah cukup dalam. Sebelum menguasai WKP Telaga Ranu, perusahaan ini terlibat dalam pengembangan PLTP Ijen di Jawa Timur dan megaproyek PLTP Sarulla di Sumatera Utara bersama konsorsium Medco Power.

Hingga kini, Kementerian ESDM belum memberikan respons resmi terkait polemik kemenangan perusahaan afiliasi Israel tersebut di tengah sensitivitas geopolitik yang tinggi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww