Setahun Pram-Rano Pimpin Jakarta Ekonomi Tumbuh dan 97 Persen Program Tuntas
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Ist). |
Sabtu, 21 Februari 2026 06:31 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menandai satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno dengan memaparkan capaian kinerja selama 12 bulan terakhir.
Refleksi tersebut digelar dalam acara "Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah" di Taman Ayodya, Jakarta Selatan Jumat (20/2/2026).
Pram menyampaikan, apresiasi kepada jajaran ASN dan DPRD atas kolaborasi yang dinilai mempercepat transformasi Jakarta sebagai kota global. Salah satu indikatornya, peringkat Global City Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71 dalam kurun 10 bulan.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Jakarta tercatat 5,21 persen, melampaui angka nasional 5,11 persen. Pada triwulan IV, pertumbuhan bahkan mencapai 5,71 persen. Ia juga menyebut ketimpangan pendapatan mulai menunjukkan perbaikan seiring membaiknya penciptaan lapangan kerja.
"Saya yakin, seyakin-yakinnya, mudah-mudahan tahun ini akan jauh lebih baik karena beberapa perbaikan mendasar yang kami lakukan," ujar Pramono.
Di bidang pendidikan dan perlindungan sosial, anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dipastikan tidak dipangkas. Tercatat 707.513 pelajar menerima KJP dengan anggaran sekitar Rp 1,6 triliun dan 16.920 mahasiswa memperoleh KJMU. Total anggaran keduanya mendekati Rp 2 triliun. Program pemutihan ijazah juga menjangkau lebih dari 6.000 penerima.
"Total anggaran keduanya kurang lebih Rp 2 triliun dan tidak akan kami kurangi. Semua ini akan kami teruskan," tegasnya.
Sebanyak 213.000 warga turut menerima manfaat bantuan sosial seperti Kartu Lansia, Kartu Penyandang Disabilitas, dan Kartu Anak Jakarta. Pemprov juga menggratiskan 40 sekolah swasta serta akses masuk Ancol, Ragunan, dan Monas bagi penerima KJP dan KJMU.
Di sektor kesehatan, layanan diperkuat melalui 31 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Dua rumah sakit baru disiapkan di Cakung dan kawasan Sumber Waras. Sementara itu, 21 ruang terbuka hijau telah rampung, termasuk pengembangan Taman Ayodya seluas 5,6 hektare dengan lintasan jogging 1,2 kilometer. Revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp 134 miliar juga berjalan melalui skema kerja sama tanpa membebani APBD.
Pram menambahkan, Jakarta menjadi provinsi pertama yang melarang konsumsi daging anjing dan kucing melalui regulasi daerah. Ia mengakui masih ada pekerjaan rumah seperti banjir, kemacetan, dan polusi, namun penanganannya dilakukan bertahap dan terukur.
"Kami membuka diri terhadap masukan dan kritik. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan membawa manfaat nyata bagi warga Jakarta," tuturnya.
Sementara itu, Wagub Rano menyebut 97 persen dari 40 program prioritas atau quick win telah terealisasi dalam tahun pertama. Sisanya masih berproses karena membutuhkan waktu lebih panjang.
Menurutnya, fokus ke depan tetap pada pengendalian banjir melalui normalisasi sungai, penguatan integrasi transportasi dan rute Transjabodetabek, serta pengurangan kemiskinan melalui keberlanjutan bantuan sosial dan subsidi bagi 15 kelompok masyarakat.
"Fondasi sudah kami letakkan. Tahun kedua ini kami sudah memiliki arah program yang lebih terstruktur melalui APBD 2026," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













