Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Marcos Santos Bukan Senang dengan Hasil Tapi Perjuangan Pemain

Marcos Santos Bukan Senang dengan Hasil Tapi Perjuangan Pemain
Laga Arema FC melawan Madura United berakhir imbang 2-2. (Ileague.id)
Senin, 23 Februari 2026 14:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PAMEKASAN - Arema FC hanya mampu berbagi poin pada pekan ke-22 Super League 2025/2026 usai menahan imbang tuan rumah Madura United FC pada pekan ke-22 yang bertajuk Derbi Jatim di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026) kemarin.

Seperti diketahui laga berlangsung sengit sejak awal. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui tim sempat kesulitan di awal laga. Madura United lebih dulu mencetak gol melalui Junior Brandao pada menit pertama injury time babak pertama. Gol tersebut membuat Madura United menutup babak pertama dengan kepercayaan diri tinggi.

Memasuki babak kedua, Singo Edan tampil dengan wajah berbeda. Intensitas meningkat, tekanan lebih agresif dan permainan lebih berani. Hasilnya pun Dalberto mampu mencetak gol penyeimbang pada menit ke-46, disusul Joel Vinicius lima menit kemudian yang membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Arema FC.

"Di babak pertama intensitas kami kurang, tapi di babak kedua mulai naik dan kami bisa membalikkan keadaan," kata Marcos Santos.

Keunggulan Arema FC yang sudah di depan mata akhirnya buyar pada menit ke-88. Mendonca mencetak gol dan memaksa skor kembali imbang 2-2. Gol ini menjadi pukulan telak bagi ambisi tim tamu membawa pulang tiga poin.

Untuk itu dia meluruskan anggapan bahwa tim sengaja menurunkan tempo saat unggul. “Jadi, itu bukan instruksi saya untuk bertahan, tapi Madura United yang berhasil keluar dari tekanan kami,” ujar pelatih asal Brasil itu.

"Kami bukan senang karena akhirnya skor menjadi 2-2, tapi senang karena para pemain berjuang bersama di lapangan.”

“Saya bangga dengan perjuangan para pemain di babak kedua, meski tidak senang dengan hasil akhirnya. Tapi itulah sepak bola,” imbuhnya.

Sementara itu pemain asing Joel Vinicius menyoroti pentingnya komunikasi di ruang ganti sebagai titik balik performa Arema FC. "Babak pertama kami tertinggal, tapi setelah bicara dengan pelatih, kami langsung merespon di babak kedua," kata mantan pemain Borneo FC ini.

"Senang bisa berjuang dan membalikkan keadaan, meski akhirnya hasilnya imbang," sambungnya.

Meski dia juga tidak menampik rasa kecewa atas gol penyeimbang di penghujung laga. Tim hanya mampu meraih 1 poin, membuat posisi Arema FC turun di klasemen sementara BRI Super League 2025/26 menempati posisi ke-9 dengan perolehan 31 poin.

“Kami sedih dengan hasilnya, tapi sikap di babak kedua adalah modal penting untuk laga berikutnya,” pungkas Joel Vinicius. ***

wwwwww