Pramono Dorong Transformasi Pasar Jakarta: Perkuat UMKM dan Perluas Basis Pembeli
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Senin, 23 Februari 2026 14:38 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, transformasi pasar tradisional diarahkan untuk memperluas target pasar sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Jakarta di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, pasar tidak lagi dipandang semata sebagai ruang jual beli kebutuhan harian, melainkan sebagai simpul ekonomi yang mampu menjangkau konsumen lebih luas, termasuk generasi muda dan wisatawan mancanegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Pram saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/2/2026).
Pram menilai, perubahan pola konsumsi masyarakat menuntut pasar beradaptasi, baik dari sisi layanan, fasilitas, maupun sistem transaksi. Karena itu, revitalisasi pasar harus ditempatkan sebagai strategi penguatan basis pelanggan dan ekspansi pasar, bukan sekadar perbaikan fisik bangunan.
"Pasar di Jakarta memiliki potensi besar untuk bertransformasi dari sekadar ruang transaksi harian menjadi destinasi perkotaan yang bernilai ekonomi, sosial, dan kultural tinggi. Transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global," ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Pemprov DKI Jakarta telah menguji digitalisasi di 20 pasar selama dua pekan. Hasilnya, terjadi peningkatan transaksi hampir 47 persen. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan pedagang dan konsumen dalam memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai serta platform digital guna menarik segmen pembeli yang lebih luas.
Saat ini, nilai transaksi di 153 pasar di Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun, dengan sekitar 286 ribu pelaku UMKM bergantung pada aktivitas perdagangan tersebut. Pemerintah menilai angka ini menjadi modal kuat untuk memperbesar penetrasi pasar, termasuk melalui integrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pram menyebut, sejumlah kawasan seperti Glodok-Pecinan, Pasar Baru, Blok M, dan Pasar Santa mulai menarik minat wisatawan asing karena menawarkan pengalaman belanja yang unik dan bernilai budaya. Namun, ia mengakui masih diperlukan pembenahan menyeluruh, mulai dari infrastruktur, keamanan, penataan parkir, hingga penertiban praktik premanisme.
Ke depan, ia berharap pengembangan pasar dilakukan secara terintegrasi melalui perencanaan lima tahunan yang disusun Perumda Pasar Jaya, dengan dukungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan.
FGD tersebut turut dihadiri jajaran Bappeda DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait pengembangan pasar dan ekonomi perkotaan.
"Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Hasil FGD ini kami harapkan menjadi milestone atau rencana strategis untuk pembenahan 153 pasar di Jakarta agar semakin kompetitif dan menjangkau pasar yang lebih luas," pungkas Pram. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













