Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Bentrok dengan Mantan Pelatih, Yuran Lebih Kedepankan Profesionalisme

Bentrok dengan Mantan Pelatih, Yuran Lebih Kedepankan Profesionalisme
Bek PSM Makassar, Yuran Fernandes. (Ileague.id)
Rabu, 25 Februari 2026 16:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA – Atmosfer emosional menyelimuti laga klasik antara Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026) malam.

Fokus utama tertuju pada bek tangguh PSM, Yuran Fernandes, yang harus berdiri di seberang lapangan menghadapi sosok yang membentuk kariernya di Indonesia, Bernardo Tavares.

Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan reuni profesional antara pemain dan mantan pelatih yang telah bekerja sama selama 3,5 tahun. Selama masa bakti tersebut, Tavares membawa PSM merengkuh gelar juara Liga 1 2022/2023. Musim pertama pelatih berusia 44 tahun itu di Indonesia.

Tak hanya itu, Tavares juga konsisten mengorbitkan pemain muda PSM. Bagi Yuran, pelatih asal Portugal tersebut adalah bagian dari keluarga besar Juku Eja yang layak mendapatkan penghormatan tertinggi atas dedikasinya.

"Tavares melakukan pekerjaan yang sangat baik di PSM. Pada musim pertama dia menjadi juara, dan musim berikutnya dia berani bertaruh dengan pemain-pemain muda. Dia berhasil membawa klub ini ke level yang bagus," ujar Yuran dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan.

Meski memiliki ikatan batin yang kuat, Yuran menegaskan bahwa profesionalisme adalah batas tegas dalam sepak bola. Pemain asal Tanjung Verde ini memahami betul filosofi permainan Tavares, begitu pula sebaliknya.

Yuran bakal menjadi tembok kukuh Pasukan Ramang yang harus ditembus skema serangan Tavares.

"Kita memiliki hubungan yang baik, saya menganggapnya sebagai teman. Namun untuk pertandingan besok [malam nanti], kita akan menjadi lawan selama 90 menit, bukan rival. Dia tahu bagaimana saya sebagai pemain, dan saya sedikit tahu bagaimana dia memasang ide ke permainan," tambah bek bertinggi 198cm tersebut.

Sikap respek yang ditunjukkan Yuran mencerminkan kedewasaan atlet profesional. Baginya, menghormati lawan adalah bagian dari prinsip olahraga, namun memenangkan pertandingan adalah mandat utama sebagai pemain PSM.

Di tengah sorakan pendukung tuan rumah nanti, Yuran bertekad tetap setia pada prinsip permainan timnya demi mencuri poin di Surabaya. Hubungan harmonis di luar lapangan dipastikan membeku sesaat begitu peluit sepak mula dibunyikan.

Pemain berusia 31 tahun tersebut siap membuktikan bahwa rasa hormat terbesar kepada sang mentor adalah dengan memberikan perlawanan terbaik di atas lapangan hijau. ***

wwwwww