Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi Longsor PT IMIP Renggut Nyawa, Parlemen Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan

Tragedi Longsor PT IMIP Renggut Nyawa, Parlemen Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
Menteri Lingkungan Hidup bersama sejumlah pejabat Pemkab Morowali ke kawasan industri Morowali (IMIP)/ Indonesia Morowali Industrial Park di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.
Kamis, 05 Maret 2026 12:27 WIB

JAKARTA - Tragedi banjir dan tanah longsor yang memakan korban jiwa di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah memicu sorotan tajam. Insiden maut di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Rabu (18/2/2026) dinilai sebagai imbas dari buruknya daya dukung lingkungan di area pertambangan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J Kardinal mendesak pemerintah segera mengevaluasi dan membenahi tata kelola lingkungan di sekitar kawasan industri tersebut. Rentetan kejadian ini menjadi peringatan keras yang harus ditangani lewat langkah pencegahan konkret agar kelestarian alam tetap terjaga.

"Peristiwa di IMIP tidak dapat dipandang semata sebagai bencana alam, perlu ditelusuri keterkaitan antara kondisi daerah aliran sungai (DAS), aktivitas pertambangan, serta efektivitas pengawasan izin lingkungan di kawasan tersebut," urainya, Rabu (4/3/2026).

Kejadian serupa bukan pertama kalinya menghantam wilayah operasi tambang raksasa itu. Tiga pekerja dilaporkan tertimbun longsor di kawasan IMIP yang menewaskan dua orang, Sabtu (22/3/2025). Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait peristiwa berulang ini semakin menguatkan indikasi adanya masalah ekologis di lapangan.

"Evaluasi tak bisa setengah hati, apalagi jika menyangkut keselamatan pekerja dan warga sekitar," tegas Robert.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menitikberatkan kunci utama pencegahan pada pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan, terutama untuk area yang memiliki intensitas tambang sangat tinggi. Pengawasan izin lingkungan dituntut agar diperketat dan tidak sekadar dokumen formalitas di atas meja.

"Jika tidak, tragedi serupa dikhawatirkan akan terus berulang dengan korban berikutnya," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tvonenews.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww