Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pecatur Senior Diminta Terlibat Bina Pecatur Muda, Ide Brialian Utut Adianto

Pecatur Senior Diminta Terlibat Bina Pecatur Muda, Ide Brialian Utut Adianto
Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto. (Gonews.co Group)
Minggu, 08 Maret 2026 19:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto menyadari dirinya dikenal lewat olahraga catur. Begitu juga saat dia terjun ke dunia politik dan kini menjabat Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024-2029.  

Saat menutup Turnamen Catur Cepat Ramadan Cup 2026 di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Jakarta, Minggu (8/3/2026), Utut, panggilan karibnya, mengajak pecatur senior terlibat dalam membangun prestasi olahraga catur Indonesia. Karena, dia memahami hanya masyarakat catur lah yang memahami seluk beluk olahraga catur.

Dihadapan 450 peserta termasuk keluarga pecatur muda, Utut melontarkan ide  brilian dimana para pecatur senior akan diarahkan mendidik setidaknya lima pecatur muda putra dan lima pecatur muda putri.

“Ke depan senior-senior harus melatih junior, jadi target saya orang kaya Pak Hasian punya lima pecatur putri dan lima pecatur putra junior. Jadi setiap senior bawa sepuluh, lima putra, lima putri. Dan, saya yakin keterlibatan pecatur senior ini akan menghasilkan pecatur muda berkualitas mengingat kecintaan masyarakat catur terhadap olahraga catur tiada akhir,” tuturnya.

Ide ini, kata Utut, memang menimbulkan pertanyakan dari pecatur senior. Namun, dia akan mencoba mencarikan terobosan sehingga ide tersebut bisa terwujud.  

“Pak Utut ngomong gampang, nanti pendanaannya dari mana? Nah itu kan problemnya, berarti kan tentu ada konsep juga, dia (pecatur junior) harus dekat dari rumah pelatihnya, nah nanti tentu bukan semuanya ditanggung pelatih, itu yang sebenarnya saya pikirkan,” jelasnya.

Berbicara masalah Turnamen Catur Cepat Ramadan Cup 2026, Utut menyebut turnamen ini merupakan edisi ke-20 sejak kali pertama digelar pada 2004 lalu dan sempat berhenti pada masa Covid tahun 2020-2021.

“Yang jelas, kita biasanya ada Ramadhan Cup, dan nanti di Desember kita ada Christmas Cup, selalu catur cepat, jadi cepat selesai, itu bagian dari kegembiraan bersama kita,” ujar Utut.

Dia juga bercerita, saat ini pecatur junior sangat banyak. Ini berbeda dengan dulu ketika digelar Kejurnas Junior pertama tahun 1975. “Nah sekarang juniornya begini banyak, inilah tanggung jawab kita sebagai pengurus untuk bagaimana ke depan mengakselerasi kemajuan junior kita,” ungkapnya. ***

wwwwww