Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
6
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Metropolitan
5 jam yang lalu
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Longsor TPST Bantar Gebang Tewaskan Tujuh Orang, LP2AD: Momentum Evaluasi

Longsor TPST Bantar Gebang Tewaskan Tujuh Orang, LP2AD: Momentum Evaluasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat melakukan peninjauan ke lokasi longsor TPST Bantar Gebang. (Ist)
Selasa, 10 Maret 2026 13:24 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu meneyebut longsornya gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat yang merenggut tujuh korban jiwa harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dari berbagai aspek.

Victor mengapresiasi langkah cepat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang turun langsung meninjau lokasi longsor di TPST Bantar Gebang.

 
Kehadiran Pramono Anung di lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan proses evakuasi korban berjalan dengan baik sekaligus mengevaluasi kondisi di lapangan.
 
"Ini bukan hanya menunjukkan tanggung jawab, tapi juga empati kepada keluarga korban dengan memastikan proses evakuasi berjalan optimal," kata Victor, Selasa (10/3/2026).
 
Menurutnya, kehadiran kepala daerah di lokasi bencana juga memberikan dukungan kepada petugas yang melakukan penanganan di lapangan.
 
"Saya bersyukur seluruh korban berhasil ditemukan dengan rincian tujuh tewas dan enam berhasil selamat, baik dari pegawai Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, pemilik warung, maupun pemulung," ujarnya.
 
Victor menilai, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan TPST Bantar Gebang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
 
"Tentu harus ada evaluasi baik terkait SOP dan K3 bagi pegawai Dinas LH. Terlebih, beberapa waktu lalu juga ada sopir truk sampah yang meninggal dengan diketahui melakukan jam kerja di luar batas kewajaran karena antrean truk di TPST Bantar Gebang," bebernya.
 
Victor juga menyoroti pernyataan Pramono Anung saat melakukan peninjauan yang mempertanyakan mengapa aktivitas pekerjaan masih berlangsung meskipun kondisi cuaca sedang hujan.
 
Menurut Victor, hal tersebut perlu menjadi perhatian serius dalam aspek keselamatan kerja.
 
"Catatan yang disampaikan Pak Pramono terkait masih adanya aktivitas saat hujan juga harus menjadi evaluasi. Aspek keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional," ucapnya.
 
Victor sangat prihatin dengan kinerja Asep Kuswanto sebagai Kepala Dinas LH DKI Jakarta yang tidak segera datang ke TPST Bantar Gebang di hari kejadian.
 
"Seperti tidak ada empati dan tanggung jawab sebagai pimpinan. Hingga hari ini pun saya belum mendapat informasi Asep takziyah ke keluraga korban, apalgi memberikan santunan. Kalau dari BPJS Ketenagakerjaan kan biasa karena memang Pemprov DKI membayarkan preminya setiap bulan," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, apabila nantinya terdapat proses hukum terkait peristiwa tersebut, maka pimpinan di instansi terkait harus berani bertanggung jawab.
 
"Jika ada proses hukum, maka Asep sebagai Kepala Dinas LH harus berjiwa ksatria untuk memikul tanggung jawab sebagai pimpinan. Jangan terbiasa tebal muka, tidak ada lagi budaya mengundurkan diri bahkan karena kejadian yang sudah merenggut korban jiwa," pungkas Victor.

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww