Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Bernando Tavares Gelar Evaluasi Maraton Persebaya

Bernando Tavares Gelar Evaluasi Maraton Persebaya
Laga Persebaya melaswan Borneo FC yang berakhir 1-5. (Ileague.id)
Kamis, 12 Maret 2026 15:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, langsung menggelar evaluasi maraton pasca-kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda dalam pekan ke-25 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/3/2026) lalu. Fokus utamanya adalah membedah mengapa instruksi taktis tim pelatih seolah tidak berbekas di lapangan.

Evaluasi ini menjadi sangat krusial mengingat Bajul Ijo akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada 4 April mendatang.

Tavares mengungkapkan kekecewaannya terkait gol pertama Borneo FC yang lahir dari tembakan jarak jauh, sebuah skenario yang sejatinya sudah diantisipasi Leo Lelis dkk dalam latihan.

"Kami sudah mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu Juan Vila memiliki tembakan yang kuat, namun pada akhirnya situasi itu tetap terjadi di pertandingan," ungkap pelatih asal Portugal tersebut.

Kegagalan menutup ruang tembak ini menjadi 'dosa' pertama yang tidak boleh terulang saat menghadapi Persita yang juga dikenal memiliki gelandang-gelandang agresif. Selain masalah zonal marking, disiplin dalam menghindari pelanggaran di area sensitif menjadi catatan merah.

"Kami sudah berbicara dalam latihan tentang bagaimana menghindari pelanggaran di area berbahaya, tetapi situasi tersebut tetap terjadi," tambah Tavares merujuk pada gol kedua Pesut Etam lewat free kick.

Dengan jeda waktu menuju laga kontra Persita, Tavares memiliki waktu cukup panjang untuk membenahi detail kecil yang merusak strategi besarnya di Samarinda.

Pada laga pekan ke-26 di stadion berkapasitas 46 ribu penonton itu dipandang sebagai momentum penebusan. Tavares menegaskan bahwa analisis video akan menjadi 'menu wajib' sebagai persiapan sebelum menghadapi Pendekar Cisadane.

"Tim pelatih akan menganalisis [hasil] pertandingan, mengadakan pertemuan dengan para pemain, dan menunjukkan apa yang sudah kami lakukan dengan baik serta apa yang harus diperbaiki," tutupnya.

Kemenangan atas Persita menjadi harga mati bagi tim asal Kota Pahlawan itu jika ingin mengembalikan kepercayaan diri dan memperbaiki posisi di klasemen. ***

wwwwww