Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Sidang Kabinet Memanas, Pengusaha Tambang dan Perkebunan Diminta Penuhi Pasar Domestik

Sidang Kabinet Memanas, Pengusaha Tambang dan Perkebunan Diminta Penuhi Pasar Domestik
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sabtu, 14 Maret 2026 07:30 WIB

JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tajam kepada para pengusaha komoditas strategis, khususnya di sektor batu bara dan kelapa sawit. Kepala negara menuntut agar pemenuhan kebutuhan pasar domestik menjadi prioritas mutlak sebelum hasil bumi tersebut dilempar ke pasar ekspor. Ketegasan ini disampaikan langsung di hadapan para menteri saat memimpin Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Saya tegaskan di sini, benar bahwa semua produksi batu bara diutamakan untuk kepentingan kebutuhan nasional kita itu, juga tentang semua termasuk kelapa sawit, jadi kita harus penuhi kebutuhan bangsa kita dulu, baru izinkan ekspor," tegas Prabowo.

Langkah ini menyambung peringatan yang sebelumnya sudah dilontarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia terkait karut-marut pengelolaan sumber daya alam. Dari sudut pandang pemerintah, praktik bisnis komoditas kerap mengabaikan kepentingan nasional demi mengejar keuntungan ekspor. Prabowo mengingatkan kembali bahwa kekayaan alam Nusantara sejatinya adalah hak milik seluruh warga negara, bukan sekadar aset segelintir konglomerat.

"Benar itu ada peringatan Menteri ESDM, itu semua milik bangsa Indonesia, bukan milik pengusaha," paparnya.

Pemerintah memang membuka pintu seluas-luasnya bagi pelaku usaha swasta untuk menjalankan operasional dan mengelola sektor ekstraktif maupun perkebunan. Namun, hak kepemilikan mutlak atas sumber daya tersebut tidak pernah berpindah tangan dari negara yang mewakili seluruh rakyat.

"Mereka boleh usaha tapi kepemilikan adalah kepemilikan bangsa Indonesia semua kekayaan alam, yang ada itu adalah milik bangsa. Saya tegaskan itu," urainya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Voli, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww