Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Nasional

Hemat BBM Hingga 20 Persen, Pemerintah Wajibkan WFH Satu Hari Sepekan Usai Lebaran

Hemat BBM Hingga 20 Persen, Pemerintah Wajibkan WFH Satu Hari Sepekan Usai Lebaran
Ilustrasi (net)
Minggu, 22 Maret 2026 12:55 WIB

JAKARTA – Pemerintah resmi akan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) segera setelah masa libur Lebaran berakhir. Langkah ini diambil sebagai strategi darurat penghematan energi nasional guna merespons lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian situasi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan ini juga menjadi imbauan kuat bagi sektor swasta, kecuali bagi mereka yang bergerak di bidang pelayanan publik.

"Aturan WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kami akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta," ujar Airlangga usai salat Idulfitri di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa penerapan WFH meski hanya satu hari dalam sepekan memiliki dampak signifikan terhadap ketahanan energi. Berdasarkan hitungan kasar, kebijakan ini diprediksi mampu memangkas konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga seperlima dari total penggunaan harian.

"WFH bisa menghemat seperlima, kira-kira 20 persen penggunaan BBM," jelas Purbaya.

Namun, Purbaya menegaskan pemerintah sengaja membatasi durasi WFH hanya satu hari agar produktivitas tidak terganggu. Ia memberikan sinyal bahwa hari Jumat kemungkinan besar menjadi hari pilihan WFH. Langkah ini dinilai strategis karena menciptakan rangkaian akhir pekan yang lebih panjang sehingga dapat memicu geliat ekonomi di sektor pariwisata.

"Nanti libur terus, nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH," tambahnya.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Presiden berkaca pada pengalaman masa pandemi Covid-19, di mana efisiensi besar-besaran terjadi saat masyarakat bekerja dari rumah.

"Kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," tegas Presiden Prabowo.

Langkah penghematan energi melalui pengaturan pola kerja ini bukan hal baru di kawasan Asia Tenggara. Negara tetangga seperti Thailand telah lebih dulu meminta pegawai negeri mereka bekerja dari rumah, sementara Filipina memberlakukan sistem empat hari kerja dalam sepekan demi menekan konsumsi listrik dan bahan bakar nasional.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Nasional, Voli, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww