Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Konflik Timur Tengah Ancam Ekonomi RI, SBY Sarankan BLT dan Hemat Energi

Konflik Timur Tengah Ancam Ekonomi RI, SBY Sarankan BLT dan Hemat Energi
Susilo Bambang Yudhoyono
Kamis, 26 Maret 2026 10:07 WIB
JAKARTA – Ancaman krisis energi global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah berpotensi memukul perekonomian masyarakat kelas bawah di Tanah Air. Menanggapi lonjakan harga minyak dan gas dunia, Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, mengingatkan pemerintahan Presiden, Prabowo Subianto, agar mengambil langkah cepat dan tepat untuk melindungi rakyat.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menekankan pentingnya ketenangan pemerintah dalam merespons gejolak pasar yang tak terhindarkan tersebut.

"Meskipun, langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat," urainya melalui cuitan di akun X pribadinya @SBYudhoyono, Rabu (25/3/2026).

Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan bahwa rentetan situasi serupa pernah ia hadapi saat memimpin negara pada periode 2004-2005, 2008, serta 2013. Kala itu, meroketnya harga minyak dunia memicu melebarnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengguncang stabilitas harga, dan berdampak langsung pada merosotnya daya beli kaum tak mampu.

Menghadapi kondisi ekonomi yang mendesak, pemerintahannya terpaksa mengambil keputusan berat berupa kenaikan harga bahan bakar minyak dan penambahan subsidi. Langkah strategis ini turut dibarengi dengan kampanye penghematan energi secara masif di seluruh lapisan masyarakat guna menekan beban keuangan negara.

Kebijakan tersebut tidak luput dari gelombang protes warga yang turun ke jalan hingga memicu perdebatan sengit di lembaga legislatif. Namun, ia memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan tetap berjalan melalui skema kompensasi.

"Tapi akhirnya ekonomi kita selamat dan masyarakat tidak mampu dapat kita lindungi melalui program BLT," jelasnya.

Saat ini, ia terus memantau strategi pemerintahan Prabowo dalam menyelamatkan kondisi fiskal, termasuk penerapan wacana penghematan energi. Menurutnya, pemerintah masih mengantongi berbagai opsi kebijakan untuk meredam dampak krisis agar tidak menghantam sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Fokus utama yang harus dikejar adalah memastikan roda ekonomi tetap berputar tanpa mengorbankan nasib pekerja dan rakyat kecil di tengah ketidakpastian global.

"Yang penting ekonomi kita selamat, termasuk terjaganya pertumbuhan, terkelolanya inflasi, dan tercegahnya PHK besar-besaran," pungkasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww