Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Pemerhati Jakarta Soroti 9 Karakter Kepemimpinan Pramono Anung

Pemerhati Jakarta Soroti 9 Karakter Kepemimpinan Pramono Anung
Ketua KATAR, Sugiyanto (SGY) (kanan) dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Ist).
Senin, 06 April 2026 09:09 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto (SGY), menilai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebagai pemimpin hebat dengan rekam jejak panjang di dunia politik dan pemerintahan. Namun demikian, SGY mengingatkan terdapat sembilan karakter kepemimpinan yang berpotensi menjadi kelemahan apabila tidak dikelola secara tepat dalam menjalankan roda pemerintahan.

SGY menyatakan, Jakarta beruntung dipimpin oleh figur berpengalaman seperti Pram. Meski begitu, sejumlah karakter yang selama ini dinilai positif perlu ditransformasikan menjadi kekuatan strategis agar mampu menjawab tantangan kompleks ibu kota.

‎
‎"Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung adalah pemimpin hebat, namun terdapat sembilan karakter yang berpotensi menjadi kelemahan. Jakarta beruntung dipimpin Pramono, tetapi karakter-karakter tersebut, meskipun positif, perlu ditransformasikan menjadi kekuatan strategis serta didukung oleh masukan aktif dari publik," ujar SGY Dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
‎
‎SGY menjelaskan, Pram merupakan figur politik senior yang memiliki pengalaman panjang di tingkat nasional. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan dan dipercaya menjadi Sekretaris Kabinet selama dua periode pada era Presiden Joko Widodo, yakni sejak 2015 hingga 2024. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memimpin Jakarta sebagai kota global.
‎
‎Menurut SGY, kemampuan Pram menjaga keseimbangan politik di tengah dinamika nasional menunjukkan kedewasaan dan kecakapan diplomasi yang kuat. Ia juga dinilai memiliki hubungan yang baik dengan berbagai pihak, termasuk pemerintahan pusat dan lembaga negara, yang menjadi aset penting dalam mendorong percepatan pembangunan di Jakarta.
‎
‎"Singkatnya, Jakarta beruntung memiliki pemimpin dengan pengalaman lengkap serta jaringan yang luas dan kuat, baik di pemerintahan pusat maupun daerah. Hal ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun dan memajukan Jakarta sebagai kota global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata SGY.
‎
‎Meski demikian, SGY menyoroti adanya sembilan karakter kepemimpinan Pram yang perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan stagnasi dalam pengambilan keputusan. Sembilan karakter tersebut antara lain kecenderungan terlalu baik hati, keengganan mengecewakan pihak lain, dorongan menjaga situasi tetap kondusif, menghindari konflik terbuka, tingkat kepercayaan tinggi kepada bawahan, kehati-hatian dalam memberikan sanksi, kecenderungan mengayomi bawahan, minim ambisi politik, serta sikap rendah hati yang dinilai dapat menghambat pembentukan legacy kebijakan baru.
‎
‎SGY menilai, dalam konteks kepemimpinan pemerintahan daerah sebesar Jakarta, karakter-karakter tersebut harus diimbangi dengan ketegasan dan keberanian mengambil keputusan strategis. Tanpa transformasi yang tepat, sifat-sifat tersebut berpotensi memperlambat akselerasi program pembangunan dan reformasi birokrasi.
‎
‎Ia menambahkan, sikap yang terlalu baik hati dapat diarahkan menjadi kepemimpinan yang humanis namun tetap berorientasi pada kinerja. Sementara itu, kepercayaan kepada bawahan harus dibarengi dengan sistem pengawasan yang ketat untuk mencegah potensi penyimpangan, konflik kepentingan, maupun praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
‎
‎Dalam pandangan SGY, tantangan utama kepemimpinan Jakarta saat ini bukan hanya menjaga stabilitas pemerintahan, tetapi juga melakukan terobosan kebijakan untuk menghadapi berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, banjir, sampah, polusi udara, urbanisasi, hingga ketimpangan sosial.
‎
‎SGY mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, partisipasi publik menjadi faktor penting dalam memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
‎
‎"Tentunya, kita semua masyarakat Jakarta berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung Wibowo dalam lima tahun ke depan, Jakarta akan mengalami perubahan dan perbaikan yang signifikan di berbagai aspek, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas SGY. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww