Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
24 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
6 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
24 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
24 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Insiden Tertukar di Ruang Perawatan Anak, Gelang Identitas Pasien Dilepas Sembarangan

Insiden Tertukar di Ruang Perawatan Anak, Gelang Identitas Pasien Dilepas Sembarangan
Ilustrasi (net)
Jum'at, 10 April 2026 15:36 WIB

JAKARTA - Kelalaian medis yang berpotensi fatal nyaris merenggut kebahagiaan seorang perempuan bernama Nina Saliha (27). Sang buah hati yang tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hampir saja berpindah tangan akibat keteledoran perawat ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dalam mengidentifikasi pasien.

"Kalau telat beberapa menit, mungkin anak saya bakal hilang," bebernya, Jumat (10/4/2026).

Kejadian menegangkan ini bermula saat Nina bersiap membawa pulang anaknya, Rabu (8/4/2026). Pagi itu, bayi tersebut sudah dimandikan dan diganti pakaiannya, sembari menunggu pemeriksaan akhir dokter jaga. Karena antrean keluarga pasien yang berkonsultasi cukup panjang serta adanya pasien baru, Nina beserta suami memutuskan keluar mencari sarapan.

Keterkejutan luar biasa melanda Nina saat kembali menyusuri lorong ruang perawatan. Ia berpapasan dengan perempuan tak dikenal yang melangkah keluar dari ruangan sambil menggendong sesosok bayi. Mata batinnya langsung mengenali selimut yang melekat pada tubuh mungil tersebut.

Kecurigaan itu semakin kuat saat ia mengecek inkubator anaknya yang ternyata sudah kosong melompong. Tanpa membuang waktu, Nina memburu perempuan tersebut untuk memastikan dugaannya.

"Ternyata pas saya lihat mukanya, itu benar anak saya," tuturnya.

Situasi memanas ketika Nina menyadari gelang penanda identitas bayinya telah dilepas secara sepihak. Ia langsung meluapkan kepanikan kepada perawat yang bertugas. Berdasarkan pengakuan perawat tersebut, terjadi kesalahan karena menyangka bayi Nina adalah anak dari perempuan asing itu, sehingga diserahkan begitu saja.

Tragisnya, di tengah kondisi panik seorang ibu yang nyaris kehilangan darah dagingnya, perawat justru memintanya agar tidak menangis dan berteriak. Keluarga kemudian hanya diarahkan melapor ke petugas keamanan dan diberikan surat izin pulang.

"Gimana nggak nangis itu anak saya kenapa di tangan orang lain yang mau pergi," keluhnya.

Menghadapi sorotan tajam atas bobroknya prosedur keamanan pasien ini, Manajemen RSHS Bandung akhirnya merilis pernyataan tertulis, Kamis (9/4/2026). Pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan mengevaluasi serta meningkatkan standar layanan secara ketat. Tim perwakilan rumah sakit juga telah diutus untuk menemui Nina.

"Keluhan tersebut telah terselesaikan dengan kekeluargaan," terang Manajemen RSHS Bandung.

Meski demikian, Nina tetap meminta RSHS Bandung untuk serius menuntaskan evaluasi kasus keamanan pasien ini hingga tuntas agar tidak ada korban lain di kemudian hari.

"Agar jangan sampai terulang lagi ke siapa pun," tegasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Nasional, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww