Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
15 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
18 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
15 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  PON

‎Kedai Patepung Bandung Jadi Magnet Nongkrong Anak Muda dan Komunitas

‎Kedai Patepung Bandung Jadi Magnet Nongkrong Anak Muda dan Komunitas
Kedai Patepung, Bandung, Jawa Barat. (Ist).
Senin, 13 April 2026 10:57 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
BANDUNG- Bagi pecinta suasana santai sambil berinteraksi sosial, keberadaan Kedai Patepung bisa menjadi pilihan menarik, khususnya bagi kalangan anak muda dan komunitas. Kedai yang berlokasi di kawasan Kiaracondong, Babakansari, ini dikonsep sebagai tempat makan sekaligus ruang bersosialisasi dengan nuansa kopitiam yang nyaman dan terjangkau.

Manager Kedai Patepung, Qufa Naufanesa Hutami mengatakan, konsep kedai tersebut berangkat dari makna kata "patepung" yang berarti bertemu. Karena itu, tempat ini difokuskan sebagai ruang berkumpul, berbincang, hingga menikmati makanan dan minuman dalam suasana santai.

‎
‎"Patepung itu sendiri kan punya arti bertemu. Maka fokusnya adalah jadi tempat ngobrol, nongkrong bareng, tentu sambil menikmati makanan dan minuman dalam suasana santai," ujar Qufa saat ditemui media, Minggu (12/4/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, sasaran konsumen kedai ini cukup beragam, mulai dari pelajar, pekerja, komunitas, hingga keluarga yang mencari tempat berkumpul dengan suasana nyaman. Selain itu, harga menu yang ditawarkan juga dipastikan ramah di kantong, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan.
‎
‎Menurut Qufa, inspirasi pendirian Kedai Patepung berasal dari budaya nongkrong khas Kota Bandung yang identik dengan suasana santai dan menjunjung kebersamaan. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan penyediaan tempat yang nyaman di kawasan yang strategis serta harga yang terjangkau.
‎
‎Sejak berdiri pada 2025, kedai ini telah menarik perhatian pengunjung dari berbagai latar belakang. Namun, mayoritas pelanggan masih didominasi kalangan anak muda dan komunitas yang gemar berkumpul serta berinteraksi sosial.
‎
‎Menariknya, Kedai Patepung juga kerap menjadi lokasi berkumpul suporter klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat, yakni Persib Bandung. Kedai tersebut rutin menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) setiap kali tim tersebut bertanding.
‎
‎"Malah sering dijadikan tempat kumpul suporter Bandung. Karena di Kedai Patepung sini, sering juga mengadakan acara nobar setiap Persib bertanding," jelas Qufa.
‎
‎Kedai yang memiliki kapasitas sekitar 50 hingga 60 pengunjung ini merupakan hasil kerja sama tiga sahabat yang pernah menempuh pendidikan di kampus yang sama, yakni Qufa, Fitri, dan Nevi. Mereka optimistis bisnis kuliner di Bandung memiliki prospek cerah karena didukung pasar yang dinamis serta komunitas yang aktif.
‎
‎Nevi menambahkan, tren nongkrong yang terus berkembang menjadi salah satu alasan mereka berani berinvestasi membuka usaha kuliner tersebut. Saat ini, Kedai Patepung mempekerjakan empat karyawan untuk mendukung operasional harian.
‎
‎"Peluangnya untuk berkembang memang cukup besar, apalagi dengan konsep yang mengedepankan kebersamaan," kata Nevi.
‎
‎Selain menjadi tempat nongkrong, Kedai Patepung juga kerap digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan workshop komunitas. Dari sisi bisnis, usaha tersebut saat ini tengah berada dalam tahap menuju titik impas atau Break Even Point (BEP).
‎
‎Adapun sejumlah menu favorit yang ditawarkan antara lain Nasi Barendo Chili Oil, Mie Bangladesh, aneka dimsum, serta kudapan seperti ketan susu dan roti canai. Sementara untuk minuman, tersedia kopi susu, teh tarik, kopi sanger, hingga susu murni dengan cita rasa khas.
‎
‎"Dijamin pasti enak dan tentu saja dengan harga terjangkau," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:PON
wwwwww