Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Badai Cedera Melanda, Bali United FC Tetap Optimistis

Badai Cedera Melanda, Bali United FC Tetap Optimistis
Pelatih Bali United FC, Johnny Jansen. (Ileague.id)
Rabu, 22 April 2026 19:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SERANG - Menjelang laga pekan ke-29 Super League 2025/2026, Bali United FC dalam kepercayaan diri yang terus meningkat setelah meraih kemenangan telak 4-1 pada laga sebelumnya menjadi modal berharga.

Tim akan menjalani laga menghadapi Persita Tangerang, meski kondisi tim tidak sepenuhnya ideal, di Banten International Stadium, Banten, Kamis (23/4/2026) sore. 

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menegaskan bahwa performa tim pada laga terakhir memberi dampak besar terhadap mental pemain.

“Ya, pada pertandingan terakhir kami bermain sangat baik, jadi itu kembali memberi kami kepercayaan diri yang bagus dan perasaan yang positif. Kami kehilangan dua pemain, Boris dan Bagas. Kami juga tidak diperkuat Jordi Bruijn dan Mirza Mustafic, jadi itu pemain-pemain penting,” ujar pelatih asal Belanda itu.

Meski absennya sejumlah pilar utama akibat akumulasi kartu, serta beberapa pemain yang masih dalam pemulihan cedera, menjadi tantangan tersendiri. Namun, dia tetap yakin dengan kedalaman skuat yang dimiliki Bali United.

“Tapi saya pikir kami tetap membawa skuat yang bagus ke lapangan, kami juga punya bangku cadangan yang kuat. Kami sudah menonton video pertandingan, kami menganalisisnya. Waktu menuju pertandingan berikutnya memang singkat, tapi kami sudah siap,” imbuhnya.

Kini dengan waktu persiapan yang terbatas, Bali United tetap menjalani latihan secara maksimal. Fokus utama tim adalah menjaga momentum positif sekaligus memaksimalkan enam laga tersisa di akhir musim.

“Kami akan berjuang untuk meraih kemenangan,” ucap Johnny Jansen.

Menghadapi Persita yang berada di posisi lebih tinggi di klasemen, Bali United tidak ingin kehilangan momentum. Hasil imbang tanpa gol pada pertemuan pertama menjadi pelajaran penting bagi tim.

“Tidak, tidak ada motivasi yang berbeda, karena di pertandingan itu kami juga ingin menang. Tapi itu tidak terjadi. Sekarang kami ingin meraih tiga poin besok, itu motivasi kami. Kami sedang dalam kepercayaan diri yang baik saat ini, kami ingin naik lebih tinggi di klasemen, jadi itu yang menjadi motivasi kami,” pungkasnya.

Dengan enam pertandingan tersisa, Bali United masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi. Konsistensi dan efektivitas di setiap laga akan menjadi kunci utama dalam perburuan poin maksimal di pengujung musim.

Saat ini tim menempati posisi ke-9 klaseemen sementara Super League 2025/2026 dengan perolehan 39 poin. ***

wwwwww