Bicara Hockey Indonesia Menuju Panggung Dunia, Ini Kebutuhan Coach Dhaarma Raj
![]() |
| Pelatih Timnas Hockey indonesia, Muhamad Dhaarma Raj. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
Lewat komitmen Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI) dalam menjalankan program pembinan dan kepiawaian pelatih Timnas Hockey Indonesia asal Malaysia, Muhamad Dhaarma Raj yang hadir di Indonesia sejak tahun 2019, cabang hockey yang semula dipandang sebelah mata mulai diirik.
Itu semua terjadi setelah Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia untuk pertama kali mencatat sejarah pada pelaksanaan SEA Games edisi ke-32 Kamboja 2023. Pasukan Garuda meraih medali emas pertama kali pada pesta olahraga dua tahunan negara Asia Tenggara tersebut dengan mengalahkan juara bertahan Malaysia. Prestasi ini pun berlanjut pada SEA Gameske-33 Thailand 2025, Timnas Hockey Indoor Putra mempertahankan medali emas juga menjungkalkan Malaysia di final.
Tidak hanya itu saja, prestasi Timnas Hockey Field Indonesia juga mengalami peningkatan. Mereka lolos dari babak kualifikasi untuk tampil pada Asian Games Hangzhou 2022.
Kesuksesan ini terulang kembali setelah Timnas Hockey Field Putra meraih tiket ke Asian Games Nagoya 2026 dengan menempati peringkat keempat pada Kualifikasi Hockey Putra Asian Games Bangkok 2026 lalu. Disusul Timnas Hockey Field Putri yang memastikan tiket saat membuat sejarah meraih medali perunggu untuk pertama kalinya pada Kualifikasi Hockey Putri Asian Games 2026 yang berlangsung di Stadion Hockey Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 23-29 April 2026.
Semua itu memang sudah sesuai dengan target program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang hockey. Yang diluar dugaan, PP FHI sudah ada desain besar dalam menyambut Asian Games Nagoya 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Mereka tidak ingin lagi sebagai penggembira seperti empat tahun lalu saat tampil di Hangzhou. Sekjen PP FHI, Yasser Arafat Suaidy menyebut naturalisasi pemain hockey bertujuan mengejar prestasi di Asian Games Nagoya 2026 dan menuju panggung dunia.
Target yang cukup berat. Untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028, Timnas Hockey Indonesia harus bisa meraih gelar juara di Asian Games Nagoya 2026. Atau mereka harus berada di peringkat 2 hingga 6 sehingga mendapatkan kesempatan tampil di babak kualifikasi Olimpiade 2028.

Wajar jika PP FHI bergerak cepat mengusulkan naturaliasi 4 pemain hockey berasal dari Jerman dan Belanda kepada Kemenpora. Bahkan, Yasser, panggilan karibnya, menyampaikan rencana tersebut kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat menerima Timnas Hockey Putra Indonesia di Istana Wapres Jakarta, Rabu (29/4/2026). Makanya, Wapres Gibran yang dijadikan Ketua Dewan Pembina PP FHI periode 2026-2030 berjanji mencarikan bapak angkat hcckey dari BUMN dan swasta.
Ternyata rencana besar Yasser itu melibatkan Coach Dhaarma. Untuk membuka peluang meningkatkan prestasi di Nagoya dan bisa menembus Los Angeles, kata Dhaarna, Timnas Hockey Field Indonesia harus diperkuat 10 pemain naturalisasi terdiri dari 5 pemain putra dan 5 pemain putri.
"Persaingan sangat ketat di Asian Games Nagoya 2026. Minimal kita harus naturalisasi 5 pemain putra dan 5 pemain putri. Jangan bicara dulu juara di Nagoya, target masuk peringkat 6 besar saja sudah prestasi luar biasa karena bisa mendapatkan tempat di babak kualifikasi Olimpiade 2028 dan membuka peluang lolos ke Los Angeles," kata Coach Dhaarma.
Unruk mewujudkan hal itu, kata Dhaarma, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan. Baik itu mewujudkan keinginan melakukan naturalisasi maupun dukungan dana untuk persiapan pemusatan latihan nasional (pelatnas) maupun Training Camp (TC) di Belanda seperti yang sudah disampaikan Yasser.
"Pak Yasser kan sudah menyampaikan untuk persiapan menuju Asian Games Nagoya 2026, kita akan menjalani TC di Belanda. Itu butuh dukungan dari pemerintah," tegasnya.
Terkait materi pemain naturalisasi, Coach Dhaarma menyebut bukan hanya kualitasnya yang tidak perlu diragukan tetapi jumlahnya pun melebihi kuota yang diinginkan. "Kualitasnya tak perlu diragukan. Mereka yang ingin naturalisasi itu bermain di klub-klub Liga Hockey papan atas Belanda dan Jerman. Ada 15 pemain yang siap dan saya pun sudah bertemu dengan mereka," ungkapnya.

Seperti diketahui, Dhaarma Raj memulai kariernya sebagai pemain hockey. Dia sempat menutup lembaran kariernya dan menekuni dunia usaha usai memperkuat Timnas Hockey Field Malaysia di Olimpiade Barcelona 1992.
Dia kembali ke dunia hockey setelah suatu malam bermimpi. Dalam mimpinya, ia merasa belum tuntas dengan olahraga yang telah membesarkan namanya. "Dalam mimpi saya diberitahu, saya bisa menjadi pelatih terkenal di dunia dan bangun pagi saya memberitahu ke istri, saya sudah enggak mau usaha kerja kantor lagi. Mereka pikirkan saya sudah jadi gila kah," ucapnya.
Mantan arsitek Timnas Hoki Malaysia itu memulai segalanya dari level klub. Ia menangani Kuala Lumpur Hockey Club (KLHC) di kompetisi tertinggi Negeri Jiran saat berusia 30 tahun. Bersama KLHC, Dharma Raj mencatatkan prestasi luar biasa: delapan gelar juara Liga Hoki Malaysia secara beruntun dari 2001 hingga 2009.
Merasa belum puas dan ingin membuktikan kapasitasnya lebih jauh, Dharma Raj memilih turun ke level pembinaan. Ia menangani tim Kuala Lumpur U-16 dalam kejuaraan nasional antarpovinsi di Malaysia. Pada tahun pertama, ia finish di posisi ketiga. Setelah itu, selama lima tahun berturut-turut, tim asuhannya menjadi juara nasional U-16. Rekor tersebut hingga kini belum terpecahkan.
Tahun 2019, Dhaarma Raj mendapat tawaran dari sahabatnya, Yasser untuk menangani Timnas Hockey Indonesia. Awalnya, dia diberikan kepercayaan menangani Tim Hockey Jawa Barat dan sukses menjadi juara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.
Lalu, Dhaarma Raj dikontrak menjadi pelatih Kepala Timnas Hockey Indonesia, Sejak itu, dia merasa menemukan suasana baru dan jatuh cinta dengan Indonesia. Lewat sentuhannya, Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia yang tidak diunggukan mampu mencetak sejarah dengan merebut medali emas untuk pertama kali bagi Kontingen Indonesia pada SEA Games Kamboja 2023.
Prestasi Indonesia membuat Negeri Jiran heboh. Apalagi,Dhaarma Raj menyampaikan keinginannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). "Kalau diizinkan saya ingin menjadi Warga Negara Indonesia," kata Dhaarma Raj usai Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia mengalahkan Malaysia di final cabang olahraga hoki SEA Games Kamboja 2023.

Lantas alasan apa yang mendorong Dharma Raj tertarik menjadi WNI? "Saya itu sangat cinta dengan Indonesia. Bukan hanya Pak Budi Sulistijono sebagai Ketua Umum Pengurus Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) tetapi Pak Yasser selaku Sekjen sangat baik dan begitu komitmen membangun hoki Indonesia. Begitu juga dengan pemain hoki Indonesia sangat menghormati pelatih," jawabnya.
Keinginan Dhaarma Raj untuk menjadi WNI juga disampaikan adik kandungnya, Vijay Raj yang juga mantan pemain hoki. "Dia jatuh cinta dengan indonesia dan ingin membangun prestasi hoki di Indonesia. Dia juga pernah menyampaikan kepada saya mau menjadi WNI. Semoga keinginannya bisa dipenuhi," kata Vijay yang waktu itu datang menyaksikan laga final.
"Saudara saya juga sempat menghubungi dan tidak percaya Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia yang dilatih Dhaarma Raj bisa menjadi juara. Di Malaysia itu heboh," tambahnya.
Meski keinginan menjadi WNI belum terpenuhi, semangat Dhaarma Raj tidak kendor dalam membangun prestasi Hockey Indonesia. Dia kembali membawa Timnas Hockey Indoor Indonesia mempertahankan medali emas di SEA Games Thailand 2025.
Terkait keinginan menjadi WNI yang belum terpenuhi, pria berusia 58 tahun itu menjelaskan hingga kini proses naturalisasi tersebut belum berjalan lagi. Ia menyebut pemerintah Indonesia memiliki pertimbangan tersendiri, karena naturalisasi lebih diprioritaskan kepada atlet.
"Mereka bilang tidak mudah memberikan WNI kepada siapa pun. Katanya yang lebih mudah itu untuk atlet. Jadi prosesnya sekarang berhenti dan saya juga tidak tahubagaimana akan dilanjutkan lagi," jelasnya.
Kini, Dhaarma Raj mengaku mulai mempertimbangkan ulang keputusan tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait. "Dulu memang ada keinginan seperti itu. Tapi sekarang saya juga berpikir lagi, apakah harus atau tidak. Saya serahkan saja bagaimana ke depannya. Kalau memang mereka merasa saya sudah berjasa,mungkin bisa dipertimbangkan. Tapi kenyataannya tidak semudah itu," tutupnya. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













