Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Nasional

Kasus Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan Tingkat Tinggi Kementerian Kesehatan

Kasus Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan Tingkat Tinggi Kementerian Kesehatan
Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Kamis, 07 Mei 2026 16:06 WIB

JAKARTA – Indonesia kini menaikkan status kewaspadaan menyusul merebaknya infeksi Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Ancaman patogen yang tengah menjadi sorotan dunia ini memaksa otoritas kesehatan mengambil langkah cepat untuk mencegah masuknya wabah mematikan ke dalam negeri.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengakui tingkat ancaman dari patogen tersebut. Pihaknya langsung menjalin komunikasi intensif dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna meminta arahan terkait prosedur penapisan penumpang antarnegara.

"Ini virus yang lumayan berbahaya. Jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screening-nya," ujar Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan laporan sementara yang dipegang pemerintah, penyebaran infeksi masih terisolasi di area kapal pesiar dan belum meluas ke berbagai negara. Kendati demikian, tingginya risiko penularan menuntut pengetatan pintu masuk. Pemerintah kini mulai menyiapkan sistem deteksi dini melalui penyediaan alat tes cepat hingga reagen Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Yang kami lakukan, kami mempersiapkan agar screening-nya kami punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak Covid-19 dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR," urainya.

Pengawasan kesehatan atau surveillance turut diperketat agar potensi sebaran infeksi bisa terlacak sejak dini. Langkah preventif ini dinilai krusial supaya penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan kasus mencurigakan di lapangan.

"Jadi sekarang kami masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa bisa cepat tahu," paparnya.

Hantavirus umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini dapat memicu komplikasi paru-paru serta ginjal yang berbahaya dengan tingkat kefatalan cukup tinggi. Sorotan tajam dunia internasional terhadap outbreak di MV Hondius terjadi karena adanya dugaan keterlibatan Andes virus. Varian strain ini tergolong langka sekaligus mengkhawatirkan lantaran mampu menular antarmanusia melalui kontak dekat. Merespons situasi genting tersebut, WHO hingga saat ini terus melakukan pelacakan kontak internasional terhadap para penumpang kapal yang berasal dari berbagai negara.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Nasional, Automotif, DKI Jakarta
wwwwww