Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
18 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  PON

Lapas Adalah Mesin Pembinaan untuk Masa Depan Warga Binaan

Lapas Adalah Mesin Pembinaan untuk Masa Depan Warga Binaan
Warga binaan Lapas. (Ist)
Minggu, 10 Mei 2026 12:48 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kini tidak lagi sekadar identik dengan tempat menjalani hukuman. Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, mesin pembinaan berjalan setiap hari untuk membantu Warga Binaan menemukan kembali arah hidup dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat.

Program pembinaan ini mencakup segala aspek, mulai dari pembinaan kepribadian hingga penguatan kemandirian melalui berbagai keterampilan praktis.

Di banyak Lapas, Warga Binaan kini aktif mengikuti pelatihan pertukangan, kerajinan tangan, menjahit, hingga produksi mebel yang bernilai ekonomi.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Mashudi, menegaskan arah Pembinaan Pemasyarakatan yang semakin progresif. Pembinaan tersebut bukan hanya dihadirkan sebagai rutinitas, namun dirancang sebagai jembatan perubahan dan sarana membangun harapan baru.

“Pembinaan di Lapas bukan sekadar mengisi waktu. Ini adalah proses membangun kembali keyakinan, kemampuan, dan masa depan Warga Binaan,” ujar Mashudi yang dikutip dari akun IG @ditjenpas, Minggu (10/5/2026).

Ia menambahkan bahwa Pemasyarakatan memegang mandat besar untuk memastikan setiap individu yang menjalani hukuman tetap mendapat kesempatan memperbaiki diri, belajar, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

“Tugas kami bukan menghukum, tetapi memulihkan manusia. Reintegrasi sosial yang baik hanya dapat tercapai jika pembinaan dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan, dan manusiawi,” kata Mashudi.

Sejalan dengan itu, lanjut Mashudi, berbagai program pelatihan terus diperluas agar Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang mampu meningkatkan daya saing mereka setelah bebas.

Program-program tersebut mencakup pelatihan usaha kecil, pelatihan produktif, hingga sertifikasi kompetensi kerja. Melalui pendekatan pembinaan modern ini, Pemasyarakatan berupaya memastikan bahwa setiap Warga Binaan tidak hanya keluar sebagai orang bebas, tetapi sebagai pribadi yang siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan dan semangat baru.

Pembinaan yang diberikan juga menjadi simbol bahwa di balik jeruji, selalu ada ruang untuk harapan, perubahan, dan kesempatan kedua. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww