Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
24 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
5 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
24 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
7 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Pramono Optimistis Integrasi 27 Ribu CCTV Perkuat Keamanan Jakarta

‎Pramono Optimistis Integrasi 27 Ribu CCTV Perkuat Keamanan Jakarta
Penandatanganan nota kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya terkait optimalisasi pemanfaatan CCTV. (Ist).
Senin, 18 Mei 2026 18:29 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya resmi memperkuat sinergi pengawasan keamanan melalui optimalisasi pemanfaatan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, integrasi puluhan ribu CCTV akan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, hingga kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan di Jakarta.

‎
‎Hal itu disampaikan Pram saat menghadiri penandatanganan nota kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya terkait optimalisasi pemanfaatan CCTV di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2026).
‎
‎Menurut Pram, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia, yakni kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam pengelolaan sistem pengawasan berbasis teknologi secara terintegrasi.
‎
‎"Ini pasti pertama kali di Republik ini, penandatanganan yang dilakukan antara unsur pemerintah dengan kepolisian setempat, terutama dengan Polda Metro Jaya. Saya yakin ini akan memberikan sinergi yang luar biasa," kata Pram.
‎
‎Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah mengintegrasikan ribuan CCTV yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD). Berdasarkan laporan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik), terdapat sekitar 7.314 CCTV milik Pemprov DKI yang sedang diintegrasikan.
‎
‎Sementara itu, Polda Metro Jaya saat ini mengelola sekitar 3.362 CCTV. Jumlah tersebut akan diperkuat dengan integrasi CCTV dari gedung perkantoran bertingkat di atas lantai empat yang diwajibkan terkoneksi sesuai ketentuan Peraturan Gubernur, yakni sekitar 16.781 unit.
‎
‎Dengan demikian, total sekitar 27 ribu CCTV akan terhubung dalam sistem pengawasan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan aparat kepolisian.
‎
‎"Dashboard-nya ada di Polda Metro Jaya, ada di Baintelkam, ada di DKI Jakarta. Saya yakin ini pasti akan memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang ada di Jakarta," ujar Pram.
‎
‎Pram menilai, keberadaan CCTV terintegrasi tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan lalu lintas, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mitigasi risiko keamanan dan penanganan situasi darurat secara cepat.
‎
‎Menurut dia, sistem tersebut memungkinkan pemerintah dan aparat keamanan memiliki gambaran awal ketika terjadi potensi gangguan keamanan atau peristiwa tertentu di lapangan.
‎
‎"Kalau akan terjadi sesuatu, kita sudah punya bayangan terlebih dahulu. Salah satu kata kunci peran utamanya adalah komunikasi, saling percaya, dan alat bukti yang cukup untuk mendeteksi itu," tuturnya.
‎
‎Ia mencontohkan respons cepat Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam menangani situasi pada Agustus tahun lalu sebagai bukti pentingnya koordinasi lintas lembaga yang didukung teknologi pengawasan.
‎
‎Lebih lanjut, Pram menegaskan, penguatan pemanfaatan CCTV menjadi bagian dari upaya menjaga Jakarta tetap aman dan nyaman, sejalan dengan ambisi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang layak huni dan berkelanjutan.
‎
‎Ia mengklaim, Jakarta saat ini berada di posisi kedua kota teraman di Asia setelah Singapura, bahkan melampaui sejumlah kota besar lain seperti Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur.
‎
‎Pram menambahkan, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem keamanan kota yang efektif. Karena itu, ia memastikan Pemprov DKI Jakarta akan mendukung penuh langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polda Metro Jaya demi menjaga stabilitas dan ketertiban Ibu Kota.
‎
‎"Mudah-mudahan pemanfaatan CCTV ini akan membuat Jakarta lebih aman, lebih nyaman, dan juga lebih membuat masyarakat merasa tenteram," pungkas Pram. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww