Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Gantikan Thailand, Indonesia Jadi Tuan Rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026

Gantikan Thailand, Indonesia Jadi Tuan Rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026
Asian Gym for Life Challenge 2025. (FGI)
Jum'at, 22 Mei 2026 20:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Indonesia resmi terpilih menjadi tuan rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026. Ratusan komunitas gymnastics for all se-Asia dipastikan akan tampil pada event yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, 15-18 Oktober 2026 mendatang.

Ketua Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati mengatakan Komite Eksekutif Asian Gymnastics Union (AGU) menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah dengan suara bulat setelah Thailand memutuskan mundur sebagai tuan rumah dengan alasan.

“Alhamdulillah, mata dunia kembali tertuju pada Indonesia sehingga dipercaya kembali menjadi tuan rumah untuk Asian Gym for Life Challenge 2026. Ini merupakan event salah satu disiplin gymnastics, yakni gymnastics for all, di mana seluruh komunitas gymnastics dapat terlibat dan mendaftar,” ujar Ita.

Sebagai informasi, gymnastics for all atau gimnastik untuk semua merupakan salah satu disiplin gimnastik yang bersifat inklusif dan non-kompetitif yang dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan kemampuan.

Disiplin ini berfokus pada kesenangan, kebugaran, persahabatan, dan dasar-dasar Gerakan gimnastik, serta mempromosikan kesehatan melalui aktivitas pertujukkan kelompok, penampilan, dan rekreasi, dan bukan merupakan pelatihan kompetitif.

Ita menjelaskan pemilihan Yogyakarta sebagai tuan rumah untuk mendukung salah satu program pemerintah, yaitu sport tourism, selain sport science dan sport industry.

“Ini merupakan event pertama, dan diharapkan dapat menjadi event tahunan gimnastik. Yogyakarta merupakan kota yang memiliki banyak tempat wisata, dan cocok untuk menjadi sport tourism. Kami berharap event ini dapat berkontribusi dan memutar roda perekonomian daerah,”  tambahnya. ***

wwwwww