Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
24 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
5
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Lolosnya Calon Haji Pengidap Demensia Jadi Evaluasi Serius Parlemen

Lolosnya Calon Haji Pengidap Demensia Jadi Evaluasi Serius Parlemen
Ilustrasi (net)
Minggu, 24 Mei 2026 19:59 WIB

JAKARTA - Kasus meninggalnya jemaah haji Indonesia usai dinyatakan hilang selama tujuh hari di Makkah memicu dorongan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan ibadah haji. Anggota Timwas Haji DPR, Muhammad Husni mempertanyakan tingginya angka jemaah pengidap demensia yang berhasil melewati tahapan skrining kesehatan di dalam negeri.

Tragedi yang menimpa jemaah lansia tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Haji dan Umrah. Husni mendesak agar parameter kelayakan kesehatan calon haji dievaluasi ulang agar kejadian serupa tidak berulang.

"Bahwa kita juga menemukan ada jemaah yang demensia yang terloloskan itu jumlahnya juga lumayan banyak," tutur Husni, Ahad (24/5/2026).

Pengetatan syarat istitha'ah atau kemampuan berhaji harus mencakup aspek kejiwaan dan daya tahan fisik secara ketat, bukan sekadar kelengkapan administrasi dan pelunasan biaya perjalanan ibadah.

"Karena ini masalah daripada perhajian kita, yang harus betul-betul mampu bukan hanya di keuangan tapi juga di kesehatannya," tambahnya.

Insiden ini bermula ketika jemaah kloter JKG 27, Muhammad Firdaus tidak kunjung kembali ke penginapannya, Jumat (15/5/2026). Ia kemudian ditemukan telah wafat oleh patroli tentara Arab Saudi, Jumat (22/5/2026). Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi 2026, Muftiono merinci lokasi penemuan almarhum yang berada di luar area pusat kegiatan ibadah.

"Almarhum ditemukan di Jabal Kuday, sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari pemondokan," terang Muftiono.

Laporan hilangnya jemaah berusia 72 tahun itu sebelumnya langsung direspons dengan pembentukan tim pencarian khusus. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha menerangkan proses penyisiran mencakup area hotel, Masjidil Haram, hingga fasilitas kesehatan terdekat.

"Pencarian juga dilakukan hingga ke rumah sakit di Mekkah dan sekitarnya," sebut Ichsan.

Kondisi lobi hotel yang sepi menjelang salat Jumat membuat kepergian korban yang hanya mengenakan sarung dan gelang identitas haji tersebut luput dari pantauan rekan-rekannya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww