Novendra Tundukkan Stevanky, Pimpin Klasemen Sementara Bersama Lutfi
![]() |
| GM Novendra Priasmoro. (PB Percasi) |
Penulis: Azhari Nasution
Dengan hasil ini, Novendra bersama IM Muhammad Lutfi Ali )2340) memimpin klasemen sementara dengan raihan 4,5 Victory Poin )VP), hasil dari empat kali menang dan satu kali remis.
Usai pertandingan, Novendra mengaku tidak mudah menundukkan Stevanky yang merupakan juara Kejurnas tahun lalu. Menurutnya, Stevanki memberikan perlawanan yang sangat gigih dan memaksa pertandingan berjalan dinamis hingga akhir.
"Dia main bagus. Jadi, pertandingan berjalan alot. Sempat bolak-balik (posisinya) bahkan hampir remis karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir," ujar Novendra.
Kemenangan ini langsung mengantar Novendra ke tantangan besar berikutnya di babak keenam, Senin (25/5/2026), di mana ia dijadwalkan akan berhadapan dengan rival lamanya sejak kecil, IM Lutfi Ali.
Menanggapi hal itu, Novendra menekankan pentingnya faktor kesabaran. Ia menilai Lutfi adalah tipikal pemain yang sangat ulet dan sulit untuk ditembus. "Lutfi itu ulet, kayak susah ditembus gitu. Sementara aku kan tipikal orang yang suka main taktis. Kadang kalau sudah kebanyakan 'buang' perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi, saya harus ekstra hati-hati dan lebih sabar," jelasnya.
Meskipun menyandang gelar Grandmaster (GM) sementara sang calon lawan bergelar International Master (IM), Novendra menegaskan tidak merasa terbebani secara psikologis. Bagi pecatur andalan Indonesia ini, status gelar di atas kertas tidak menjadi jaminan di atas papan catur.
"Enggak ada beban sih, main biasa aja. Aku juga enggak pernah terlalu melihat gelar atau rating (lawan). Yang penting sabar dan main yang bagus saja," ungkap dia.
Sementara itu, pecatur muda IM Satria Duta Cahaya mulai menebar ancaman dengan menyodok ke posisi keempat klasemen sementara. Duta, kini mengemas 4 poin setelah di babak kelima mendapatkan tambahan angka usai mengalahkan Gelar Sagara Dwitama (2051).
Ia berharap permainannya bisa terus konsisten hingga babak terakhir, meski dua babak awal hanya mendapatkan hasil imbang. “Semoga empat babak terakhir bisa lakukan yang terbaik sih. Soalnya saya dua babak pertama ya remis. Tapi ya tiga babak terakhir ya untungnya bisa menang, jadi ya mungkin agak naik turun nih turnamennya,” kata Duta.
Soal target, ia ingin bisa menjadi yang terbaik di ajang tersebut. “Ya pasti ya juara, kalau enggak juara ya minimal nambah rating,” imbuhnya.
Di kategori Challenger, dua pecatur Abraham Raja Ferdinand (1847) dan Sudung Tampubolon (1967) belum tersentuh kekalahan hingga ronde kelima. Keduanya berada di posisi teratas dengan angka sempurna, 5 poin. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













