Pemprov DKI Kerahkan 744 Petugas, Pastikan Kurban Aman dan Halal
![]() |
| Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Ist). |
Selasa, 26 Mei 2026 18:23 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerjunkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan juru sembelih halal (juleha) guna memastikan pelaksanaan ibadah kurban pada Iduladha 1447 Hijriah berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan syariat serta kesehatan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, ratusan petugas tersebut akan bertugas mengawasi proses distribusi, penjualan, penampungan, hingga pemotongan hewan kurban di berbagai titik di Jakarta.
"Hari ini Pemprov DKI melepas 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan juga juru sembelih halal yang akan bertugas memastikan ibadah kurban di Jakarta berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan," kata Rano di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2026).
Menurut Rano, aktivitas kurban di Jakarta tahun ini diperkirakan meningkat signifikan. Berdasarkan laporan Dinas terkait, sekitar 68.000 hewan kurban diperkirakan akan disembelih selama periode Iduladha hingga hari Tasyrik.
"Tadi saya mendapat bisikan dari Pak Kadis, sudah 68.000 hewan kurban yang akan disembelih dalam waktu tiga hari, istilahnya hari Tasyrik. Jadi artinya ini luar biasa, mudah-mudahan dengan jumlah yang begitu besar, pengawasan jauh lebih ketat lagi," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara menyeluruh sejak sebelum hingga setelah pemotongan atau dikenal dengan pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
"Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum hingga setelah pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging kurban memenuhi prinsip ASUH," ucapnya.
Selain memperketat pengawasan kesehatan hewan, Pemprov DKI juga terus meningkatkan kapasitas juru sembelih halal agar proses penyembelihan berjalan sesuai standar.
Di sisi lain, jumlah hewan kurban yang disalurkan Pemprov DKI Jakarta juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 sebanyak 153 ekor sapi disalurkan, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 160 ekor sapi.
Menanggapi potensi pembuangan limbah hewan kurban secara sembarangan, termasuk ke sungai, Rano memastikan akan ada pengawasan di lokasi penyembelihan, baik di masjid, permukiman warga, maupun tempat umum lainnya.
"Pasti ada pengawasan. Biasanya setelah disembelih dibuat liang atau lubang untuk darah. Kalau isi atau jeroan, memang ada yang dibuang ke sungai, tapi kebanyakan dikubur di tempat limbah. Namun mungkin satu dua kasus bisa saja terjadi," jelasnya.
Rano juga mengimbau masyarakat agar pelaksanaan kurban berlangsung tertib dan aman. Menurutnya, proses distribusi hewan kurban telah diperhitungkan dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
"Yang pasti sebelum dipotong kurban, pasti sudah dihitung jumlahnya, jadi tidak mungkin kurang," tuturnya.
Pada Iduladha besok, Rano dijadwalkan melaksanakan Salat Id di Balai Kota DKI Jakarta sebelum meninjau sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban di ibu kota. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













