Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
13 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
13 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Wagub Rano Pastikan Jalan Lenteng Agung Kembali Normal, Saluran Air Diperkuat Beton K-400

‎Wagub Rano Pastikan Jalan Lenteng Agung Kembali Normal, Saluran Air Diperkuat Beton K-400
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Ist).
Rabu, 03 Juni 2026 12:30 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sempat ditutup akibat amblasnya badan jalan, kini kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan secara normal setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merampungkan perbaikan saluran air dan badan jalan dalam waktu sekitar lima hari.

‎Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, saat meninjau lokasi perbaikan pada Selasa (2/6/2026), memastikan proses penanganan dilakukan secara cepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan pengguna jalan. Ia mengapresiasi kinerja jajaran terkait yang bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

‎
‎"Saya cukup terkejut, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sangat baik. Awalnya saya sempat meminta Dinas Bina Marga melakukan pelapisan ulang aspal, tetapi melihat hasilnya sekarang, itu tidak diperlukan lagi," ujar Rano.
‎
‎Menurutnya, pembukaan kembali ruas Jalan Raya Lenteng Agung sangat penting karena menjadi salah satu jalur utama penghubung Jakarta dengan Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, akses jalan ditutup total setelah insiden amblas yang terjadi pada Jumat pagi pekan lalu.
‎
‎Usai kejadian, Pemprov DKI Jakarta langsung menutup lokasi demi keselamatan masyarakat, mengerahkan alat berat, serta mempercepat proses perbaikan di lapangan.
‎
‎"Petugas bekerja siang dan malam selama hampir empat hari. Alhamdulillah, hari ini dua ruas jalan sudah kembali dibuka dan dapat dilalui normal," kata Rano.
‎
‎Meski lalu lintas sudah kembali berjalan normal, Pemprov DKI Jakarta masih melanjutkan sejumlah pekerjaan pendukung, termasuk pembenahan bahu jalan di sisi kiri dan kanan ruas yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jalan benar-benar aman dan tidak menimbulkan hambatan baru bagi pengguna jalan.
‎
‎Dalam peninjauan itu, Rano bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, juga mengungkap hasil investigasi teknis terkait penyebab amblasnya jalan.
‎
‎Berdasarkan hasil penelusuran, kerusakan dipicu oleh pengeroposan struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang berada di bawah badan jalan. Struktur tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun sehingga mengalami penurunan kualitas.
‎
‎"Jenis besi ini usianya sudah cukup tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan. Fenomena seperti ini juga bisa saja terjadi di titik lain di Jakarta karena masih ada struktur Aramco dengan kondisi serupa," ungkapnya.
‎
‎Perbaikan saluran air di lokasi tersebut juga menghadapi tantangan teknis karena jalur aliran berada di bawah rel kereta api dan terhubung dengan aliran dari Waduk Universitas Indonesia. Kondisi itu membuat proses penanganan tidak dapat dilakukan dengan metode penggalian konvensional.
‎
‎"Karena salurannya berada di bawah perlintasan rel kereta api, penanganannya tidak bisa dengan penggalian konvensional. Kami harus menggunakan metode pengeboran atau penekanan pipa langsung menuju waduk," jelas Rano.
‎
‎Sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta telah mengganti dan memperkuat struktur saluran menggunakan beton mutu tinggi K-400. Penguatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tahan saluran sekaligus menjaga stabilitas badan jalan dalam jangka panjang.
‎
‎Selain menyelesaikan perbaikan di Lenteng Agung, Pemprov DKI Jakarta kini melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap jaringan saluran yang masih menggunakan struktur Aramco berusia tua. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan kerusakan dan mempercepat mitigasi apabila ditemukan potensi masalah serupa di lokasi lain.
‎
‎"Kami tidak ingin menutup-nutupi risiko yang ada, tetapi fokus pada langkah antisipasi. Semua skenario harus disiapkan. Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk agar mitigasi dan penanganan bisa langsung dilakukan dengan cepat," tutur Rano.
‎
‎Inventarisasi tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk pemetaan jaringan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sebagian infrastrukturnya juga telah berusia tua. Pemprov berharap langkah preventif ini dapat mencegah terulangnya kejadian serupa sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur perkotaan di Jakarta. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww