Gratis untuk Umum, Jakarta Future Festival 2026 Digelar Tiga Hari di TIM
![]() |
| Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania. |
Rabu, 03 Juni 2026 15:12 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan kembali menggelar Jakarta Future Festival (JFF) 2026 pada 5-7 Juni 2026 di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Mengusung tema Navigating Resilience, festival perencanaan kota terbesar di Jakarta ini menghadirkan lebih dari 10 program utama dengan melibatkan lebih dari 500 kolaborator dari berbagai sektor.
Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengatakan, tema Navigating Resilience dipilih sebagai respons terhadap berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi Jakarta dan kota-kota di dunia saat ini.
"Jakarta Future Festival merupakan festival perencanaan kota yang berupaya menghimpun energi dari berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama mencurahkan ide, gagasan, dan langkah nyata dalam membangun Jakarta. Resiliensi menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada," ujar Atika dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Atika, JFF 2026 akan menghadirkan dua forum diskusi utama, yakni Jakarta Forecast yang membahas proyeksi masa depan Jakarta beserta peluang dan tantangannya, serta Urban Talks yang mengupas berbagai isu perkotaan secara lebih mendalam.
Selain diskusi, festival tahun ini menghadirkan sejumlah program baru. Salah satunya adalah Jakarta Future Festival for Kids yang dirancang untuk memperkenalkan isu-isu perkotaan kepada anak-anak sejak usia dini melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif.
Program tersebut menggandeng sejumlah karakter populer dari industri kreatif nasional seperti Jumbo, Nussa dan Rara, serta Pelangi di Mars untuk mengajak anak-anak belajar mengenai masa depan kota dengan cara yang menyenangkan.
"Future atau masa depan tidak hanya dimiliki anak muda, tetapi juga anak-anak. Karena itu kami menghadirkan ruang edukasi yang dapat mengenalkan isu kota sejak dini," kata Atika.
Festival juga akan menghadirkan lebih dari 30 aktivitas komunitas, mulai dari sesi membaca bersama (silent reading), kelas dansa swing, yoga, pelatihan seni, permainan tradisional, hingga berbagai kegiatan kreatif lainnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Riset dan Inovasi Daerah DKI Jakarta, Arimbi Putik Apsari mengatakan, penyelenggaraan JFF 2026 menjadi bagian dari upaya mengaktifkan kembali kawasan Taman Ismail Marzuki sebagai pusat kegiatan budaya, kreativitas, dan diskusi publik.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini merupakan kelanjutan dari festival serupa yang pada 2025 berhasil menarik lebih dari 60 ribu pengunjung dengan melibatkan sekitar 260 kolaborator dari komunitas, universitas, sektor swasta, dan lembaga masyarakat.
"Semangat yang kami lanjutkan adalah bagaimana menciptakan ruang kota yang kolaboratif, yang memberikan ruang bagi berbagai pihak untuk menyampaikan ide, gagasan, harapan, bahkan masukan bagi pembangunan Jakarta," ujar Arimbi.
Menurut dia, festival tahun ini disusun untuk menjawab tiga momentum strategis, yakni menjelang usia lima abad Jakarta, menghadapi tantangan geokonomi dan sosial global, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Dalam pelaksanaannya, JFF 2026 menggandeng berbagai institusi nasional dan internasional, antara lain Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta Experience Board (JXB), Kejarah Indonesia, Raksasa City Lab, Visinema Studios, ArchID, IdeaFest, Think Policy, Habibie Innovation Center, Georgetown University, serta sejumlah organisasi dan komunitas lainnya.
Arimbi mengungkapkan, selama tiga hari pelaksanaan, festival akan menghadirkan sedikitnya 10 program utama. Selain Jakarta Forecast dan Urban Talks, terdapat Urban Policy Lab yang mengajak mahasiswa, akademisi, dan pegiat perkotaan untuk memberikan masukan terhadap kebijakan publik.
Tahun ini, Urban Policy Lab mengangkat dua tema utama, yakni pengembangan kawasan Pasar Baru dan sistem pengelolaan persampahan. Sebanyak 24 peserta terpilih akan mengikuti program tersebut setelah melalui proses seleksi dari lebih dari 100 pendaftar.
JFF 2026 juga menghadirkan program Open Study Case yang melibatkan pemerintah kota Berlin dan Tokyo untuk berbagi praktik terbaik dalam bidang city branding, pariwisata, dan pengembangan kawasan perkotaan.
Selain itu, terdapat program Research and Innovation Booth yang menampilkan inovasi dari perangkat daerah Pemprov DKI Jakarta, Community Playground yang menghadirkan aktivitas berbagai komunitas, serta Jakarta Future Festival for Kids.
Pada sektor hiburan, festival akan dimeriahkan lebih dari 25 penampil dari berbagai genre musik. Sejumlah musisi yang telah terkonfirmasi tampil antara lain Kahitna, Yura Yunita, Malik & D'Essentials, Endah N Rhesa, Barasuara, Bilal Indrajaya, Molucca Session, serta sejumlah komunitas seni dan pelajar dari Jakarta.
Tak hanya itu, festival juga menghadirkan area kreatif dan pasar komunitas hasil kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif yang melibatkan lebih dari 200 pendaftar dan 35 tenant terpilih. Berbagai karya siswa sekolah di Jakarta juga akan ditampilkan melalui program fashion show.
Seluruh rangkaian acara Jakarta Future Festival 2026 terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis. Pembukaan festival dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 09.00 WIB dan akan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta.
Melalui festival ini, Pemprov DKI berharap tercipta ruang kolaborasi yang inklusif untuk menghimpun ide dan solusi dari berbagai elemen masyarakat guna mendukung pembangunan Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | PON, Badminton, DKI Jakarta |













