Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  KONI

Bantahan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Isu Pengelolaan Anggaran Kacau

Bantahan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Isu Pengelolaan Anggaran Kacau
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sabtu, 06 Juni 2026 09:15 WIB

JAKARTA - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp 180,4 triliun hingga akhir Mei 2026. Meski pengeluaran lebih besar dari pemasukan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan kondisi fiskal tetap terjaga kokoh dan jauh dari kesan serampangan.

"Di situ menunjukkan bahwa ya anggaran kita bagus. Jangan dibilang ugal-ugalan atau Purbaya membuat anggaran yang kacau," tegas Purbaya saat memaparkan kinerja APBN KiTA di Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Keyakinan tersebut didasarkan pada posisi keseimbangan primer kas negara yang justru mengalami surplus senilai Rp 58,6 triliun. Secara akumulatif, pendapatan negara menyentuh Rp 1.185 triliun dengan tingkat pertumbuhan 19,1 persen secara tahunan, dipicu oleh kinerja positif penerimaan pajak yang berhasil meraup Rp 834,4 triliun.

"Bisa kita kendalikan karena pajak dan bea cukai ada perbaikan signifikan," tambahnya.

Selain setoran pajak, kepabeanan dan cukai terealisasi Rp 123,8 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ikut melambung dengan capaian Rp 226,4 triliun. Kinerja ini berbalik arah dari situasi periode sebelumnya ketika instrumen perpajakan dan PNBP sempat terkontraksi tajam.

Di sisi lain, percepatan belanja negara telah merealisasikan dana sebesar Rp 1.365,4 triliun. Angka tersebut disalurkan melalui dua instrumen utama, yakni belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.059,3 triliun dan alokasi transfer ke daerah senilai Rp 306,1 triliun.

"Belanja negara tetap tumbuh 34,4% bagus, artinya sesuai dengan target. Kita ingin selalu mempercepat belanja," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:KONI
wwwwww