Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Importir Nakal Bakal Kena Sanksi Buntut Penumpukan Barang di Tanjung Priok

Importir Nakal Bakal Kena Sanksi Buntut Penumpukan Barang di Tanjung Priok
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Sabtu, 06 Juni 2026 23:58 WIB

JAKARTA - Kepadatan arus logistik terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok seiring temuan 3.100 kontainer yang menumpuk, Sabtu (6/6/2026). Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung turun ke lokasi untuk mencari solusi atas keluhan pelaku usaha terkait terhambatnya bahan baku.

"Terjadi penumpukan kontainer sebanyak 3.100. Sebagian besar sudah mengeluh ada gangguan supplybarang bahan baku dan sudah menaikkan dwelling time," kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam tinjauannya, terungkap fakta bahwa banyak kontainer impor tertahan bukan karena proses perizinan, melainkan sengaja dibiarkan importir. Mereka memanfaatkan tarif penyimpanan pelabuhan yang murah sebagai pengganti gudang.

Menyikapi hal tersebut, skema denda lebih besar bagi pihak yang menimbun barang di luar batas kewajaran sedang dirumuskan.

"Akibatnya pelabuhan penuh. Saya minta tadi Pak Djaka, Dirjen Bea Cukai, dan Pak Sekjen untuk melihat regulasinya dan membuat regulasi semacam punishment bagi yang terlalu lama meninggalkan barangnya di sini," urainya.

Guna mengurai antrean panjang, petugas bea cukai diinstruksikan bekerja penuh sepanjang hari agar tumpukan susut hingga menyentuh angka normal 500 unit kontainer.

"Kalau masalahnya itu, saya minta tambah personel bea cukai lagi. Mereka harus kerja 24 jam sampai jumlahnya turun ke level semula, sekitar 500 yang ada di sini," jelasnya.

Purbaya menjamin ketersediaan sumber daya manusia di lapangan akan tercukupi, bahkan dengan mendatangkan tenaga bantuan dari Surabaya, Medan, Semarang, maupun Banten.

"Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor meningkat, jangan sampai di sini menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan biaya logistik terkendali," ungkapnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Olympic, KONI, DKI Jakarta
wwwwww