Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Badminton

‎APBD DKI Jakarta 2025 Terealisasi, Pendapatan Capai Rp 80 Triliun

‎APBD DKI Jakarta 2025 Terealisasi, Pendapatan Capai Rp 80 Triliun
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist).
Senin, 08 Juni 2026 16:19 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (8/6/2026).

‎Pram menjelaskan, realisasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 meliputi pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

‎
‎"Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan realisasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang meliputi pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah," katanya.
‎
‎Pram memaparkan, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp84,45 triliun. Dari target tersebut, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp80,03 triliun atau 94,76 persen.
‎
‎Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp51,22 triliun atau 94,50 persen dari target Rp54,20 triliun.
‎
‎Realisasi itu terdiri atas pajak daerah sebesar Rp43,98 triliun, retribusi daerah sebesar Rp1,53 triliun, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp746,8 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp4,97 triliun.
‎
‎Selain itu, realisasi pendapatan transfer mencapai Rp28,74 triliun atau 95,52 persen dari target Rp30,08 triliun.
‎
‎Sementara lain-lain pendapatan yang sah terealisasi Rp73,4 miliar atau 42,52 persen dari target Rp172,6 miliar.
‎
‎Untuk belanja daerah, Pramono menyebut, anggaran 2025 ditetapkan sebesar Rp85,98 triliun. Realisasinya mencapai Rp76,10 triliun atau 88,51 persen.
‎
‎Belanja operasi terealisasi Rp62,57 triliun atau 92,83 persen dari anggaran Rp67,40 triliun. Sedangkan belanja modal terealisasi Rp13,15 triliun atau 86,22 persen dari anggaran Rp15,25 triliun.
‎
‎"Belanja daerah di antaranya digunakan untuk pelaksanaan program prioritas," beber Pram.
‎
‎Adapun, program prioritas peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota terealisasi Rp18,02 triliun atau 88,39 persen.
‎
‎Program prioritas akselerasi pertumbuhan ekonomi terealisasi Rp1,03 triliun atau 89,33 persen.
‎
‎Kemudian, program prioritas peningkatan kesejahteraan masyarakat terealisasi Rp17,06 triliun atau 96,17 persen. Program prioritas tata kelola pemerintahan yang adaptif terealisasi Rp2,98 triliun atau 91,13 persen.
‎
‎Pada aspek pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp7,33 triliun. Angka itu berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp4,43 triliun.
‎
‎Sementara pengeluaran pembiayaan mencapai Rp5,44 triliun. Dana tersebut di antaranya untuk penyertaan modal kepada PT Jakarta Propertindo dan PT MRT Jakarta.
‎
‎"Berdasarkan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang telah disampaikan, maka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 sebesar Rp5,82 triliun," tutur Pramono.
‎
‎Pram berharap, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat dibahas bersama DPRD DKI Jakarta. Selanjutnya mendapat persetujuan dan ditetapkan menjadi peraturan daerah. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww