Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Nasional

Gunakan AI untuk Kelompokkan Penerima Bansos, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Nilainya Rp 5,4 Juta Per Orang

Gunakan AI untuk Kelompokkan Penerima Bansos, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Nilainya Rp 5,4 Juta Per Orang
Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Jakarta (Firda/detik)
Rabu, 10 Juni 2026 08:55 WIB

JAKARTA - Tata kelola pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden, Prabowo Subianto dipastikan bergerak menuju digitalisasi penuh. Salah satu sektor utama yang akan dirombak total adalah mekanisme pembagian bantuan sosial (bansos) yang kini melibatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Rencana besar itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan setelah melakukan pertemuan dengan Kepala Negara guna membahas penguatan government technology (govtech).

"Ini tadi yang mengenai govtech, itu nanti pemerintahan Presiden Prabowo ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI oleh karena itu kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama kita akan punya digital single ID," ungkap Luhut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Saat memberikan keterangan pers, Ketua DEN tampak didampingi oleh jajaran anggota DEN, di antaranya Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.

Reformasi Subsidi Guna Menekan Kebocoran Anggaran

Langkah reformasi ini menitikberatkan pada keakuratan data penerima. Pemerintah ingin memastikan seluruh anggaran negara yang dialokasikan untuk jaring pengaman sosial tidak salah sasaran.

Melalui penerapan teknologi digital, model subsidi konvensional akan segera ditinggalkan:

  • * Integrasi Data: Pembentukan digital single ID diproyeksikan selesai akhir tahun ini untuk mengunci data penerima secara akurat.
  • * Penyaluran Langsung: Mekanisme bantuan tunai langsung atau direct cash transfer menjadi prioritas utama.
  • * Penghapusan Subsidi Fisik: Bantuan komoditas atau barang akan dihapus dan diganti dengan pengiriman dana langsung ke rekening warga yang berhak.

"Mungkin akhir tahun ini akan ada digital single ID yang mengakibatkan bansos atau direct cash transfer itu akan targeted dan itu akan menghemat angka cukup besar tadi, beberapa angka mungkin beberapa bisa cukup besar akan dihemat dan saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang, subsidi akan langsung kepada penerima," tuturnya.

Akumulasi Bantuan Capai Jutaan Rupiah

Penggunaan AI nantinya berfungsi melacak dan mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kebutuhan ekonomi mereka secara riil.

Bila seluruh program bantuan sosial disatukan ke dalam satu sistem transfer tunai, total dana yang diterima masyarakat dinilai jauh lebih berdampak.

"Bagaimana rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada 5,4 juta rupiah per orang dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," terangnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Nasional
wwwwww