Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
22 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Gubernur Pramono Jadikan RW 07 Joglo Percontohan Pengelolaan Sampah

‎Gubernur Pramono Jadikan RW 07 Joglo Percontohan Pengelolaan Sampah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist).
Kamis, 11 Juni 2026 16:40 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendukung RW 07 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, sebagai percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Wilayah ini dinilai berhasil membangun sistem pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber yang mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap pekan.

Ia juga mengapresiasi konsistensi warga yang sejak 2017 membangun ekosistem pengelolaan sampah secara mandiri dan terintegrasi.

‎
‎"RW 07 Joglo telah memiliki ekosistem pengelolaan sampah yang lengkap, mulai dari Bank Sampah Siwali, Rumah Kompos, Rumah Eco Enzyme, Rumah Maggot, hingga Kebun Sayur Sehat yang saling terintegrasi," katanya saat meninjau RW 07 Joglo, pada Kamis (11/6).
‎
‎Menurut Pram, praktik pengelolaan sampah di RW 07 Joglo sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mendorong pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumber. Pola ini penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir.
‎
‎Sejak 1 Juni 2026, RW 07 Joglo menerapkan sistem pengangkutan sampah terpilah. Sampah organik diangkut setiap hari, residu dua kali sepekan, sampah anorganik sekali sepekan, dan minyak jelantah sebulan sekali.
‎
‎"Hasilnya cukup baik. Bank Sampah Siwali kini mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap minggu sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir," ujar Pram.
‎
‎Selain sampah anorganik, warga juga rutin mengolah sampah organik. Setiap hari, sekitar 400 kilogram sampah organik terkumpul atau setara 12 ton per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 90 persen diolah menjadi kompos, eco enzyme, dan pakan maggot.
‎
‎Pengelolaan sampah tersebut juga memberi manfaat ekonomi dan lingkungan. Rumah Kompos menghasilkan 100-200 ember kompos per bulan. Rumah Eco Enzyme memproduksi sekitar 200 liter eco enzyme per minggu. Sedangkan budidaya maggot menghasilkan 126 kilogram per bulan, dan Kebun Sayur Sehat memanen 80-100 kilogram sayuran setiap bulan.
‎
‎"Keberhasilan RW 07 Joglo membuktikan pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan efektif jika didukung partisipasi warga. Model seperti ini akan terus kami dorong dan diterapkan di wilayah lain," pungkas Pram. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww