Kapolres Tangsel: Tawuran Pelajar Berawal dari Provokasi Media Sosial
![]() |
| Kapolres Tangsel Kota, AKBP Boy Jumalolo. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Peringatan itu disampaikan dalam kegiatan Police Goes To School melalui program CETAR (Cegah Tawuran Antar Pelajar) di SMPN 4 Kota Tangerang Selatan.
Menurut Boy, sejumlah kasus tawuran yang terjadi belakangan kerap dipicu oleh saling ejek, tantangan, atau provokasi yang berkembang melalui media sosial. Karena itu, pelajar diminta lebih bijak dalam menggunakan platform digital dan tidak mudah terpancing ajakan yang berpotensi menimbulkan konflik.
"Tawuran tidak memberikan manfaat apa pun. Yang muncul justru korban, masalah hukum, dan dampak panjang terhadap masa depan pelajar. Karena itu kami mengajak seluruh siswa untuk fokus pada pendidikan dan prestasi," kata Boy dalam kegiatan tersebut.
Program CETAR menjadi bagian dari langkah preventif Polres Tangerang Selatan untuk menekan angka kenakalan remaja dan mencegah aksi kekerasan di kalangan pelajar.
Melalui pendekatan langsung ke sekolah, polisi berupaya membangun kesadaran hukum sejak dini sekaligus memperkuat budaya disiplin di lingkungan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Boy juga mengingatkan bahwa media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan diri, bukan sebagai ruang untuk menyebarkan kebencian atau memicu permusuhan.
Pencegahan Dimulai dari Sekolah
Kegiatan Police Goes To School tidak hanya berisi penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga edukasi mengenai dampak hukum tawuran, perundungan, serta risiko penyalahgunaan teknologi digital.
Polres Tangerang Selatan menilai sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Boy menegaskan bahwa pencegahan tawuran membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga aparat keamanan.
"Kami ingin pelajar di Tangerang Selatan dikenal karena prestasi akademik, olahraga, seni, dan inovasinya. Jangan sampai masa depan yang sedang dibangun rusak karena keputusan sesaat yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.
Melalui program CETAR, kepolisian berharap kesadaran pelajar terhadap bahaya tawuran semakin meningkat sehingga lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang yang aman, produktif, dan kondusif bagi proses belajar. ***













