Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
8 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
9 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
9 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Basket

Donald Trump Sebut Rampung Pekan Ini, Iran Tegaskan Negosiasi dengan Amerika Serikat Masih Menggantung

Donald Trump Sebut Rampung Pekan Ini, Iran Tegaskan Negosiasi dengan Amerika Serikat Masih Menggantung
Ilustrasi - Amerika Serikat dan Iran. (Foto: Antara/Anadolu).
Minggu, 14 Juni 2026 22:30 WIB

JAKARTA - Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat masih tertahan setelah pihak Teheran memastikan belum ada keputusan resmi mengenai memorandum kesepakatan yang diajukan. Peninjauan draf kesepakatan ini terus bergulir ketat di level internal.

Langkah hati-hati ini diambil demi mengamankan kepentingan nasional Iran sebelum menyepakati poin-poin yang disodorkan pihak Gedung Putih.

"Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan," jelas sumber tepercaya kepada kantor berita Fars, Minggu (14/6/2026).

Misi Besar Redakan Ketegangan Selat Hormuz

Proses diplomasi internasional yang saat ini berjalan dimediasi penuh oleh Pakistan. Mediasi intensif ini dirancang untuk mencapai sejumlah kesepakatan strategis di zona ekonomi dan militer dunia.

Fokus utama dari rancangan draf perjanjian damai tersebut mencakup:

  • * Stabilitas Kawasan: Upaya bersama untuk meredakan ketegangan bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat.
  • * Jalur Logistik: Membuka kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran internasional secara aman.
  • * Regulasi Nuklir: Membahas kesepakatan baru terkait batasan program nuklir Iran.

Sentimen Negatif Terhadap Konsistensi Amerika Serikat

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump lewat akun Truth Social miliknya, Sabtu (13/6) optimistis penandatanganan dilakukan, Minggu. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif juga memproyeksikan draf selesai dalam hitungan 24 jam.

Meski sejumlah pejabat Iran mengakui sebagian besar isi draf kesepakatan telah disetujui kedua pihak, penandatanganan tetap ditunda.

Pihak Teheran secara terbuka menuding Amerika Serikat kerap memperlambat proses negosiasi. Hal ini terjadi akibat perubahan sikap serta pernyataan berulang dari Washington yang dinilai tidak konsisten di meja perundingan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww