Potensi Ekonomi Rp 2,34 Triliun, Mendagri Terbitkan Edaran Fasilitasi Nobar Piala Dunia
![]() |
| Mendagri, Muhammad Tito Karnavian |
JAKARTA - Perputaran ekonomi daerah diproyeksikan melonjak selama gelaran Piala Dunia 2026 berkat inisiatif nonton bareng (nobar). Mendagri, Muhammad Tito Karnavian resmi menerbitkan surat edaran (SE) nomor 400.2.7/4657/SJ agar kepala daerah memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nobar tersebut sesuai dengan kemampuan serta kondisi wilayahnya. Instruksi ini ditujukan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk memanfaatkan lokasi strategis dan ruang publik.
Kebijakan ini diumumkan saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Dukungan Pemerintah Daerah pada Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 serta Penandatanganan Surat Edaran Bersama dan Penyerahan Sampul Peringatan Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (15/6/2026).
"Saya sudah membuat surat edaran untuk menjadi landasan rekan-rekan kepala daerah untuk membuat kebijakan, membuat turunannya, edaran kepada camat, kepala desa untuk membuat nonton bareng, ini lumayan dari tanggal 11 Juni sampai 19 Juli," kata Tito dalam keterangan tertulis.
Proyeksi Nilai Ekonomi Nobar
Kebijakan penyiapan ruang publik ini dinilai menjadi katalis positif bagi pasar domestik. Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari mengapresiasi upaya Mendagri dalam mendorong geliat ekonomi daerah melalui nobar.
Dari hasil simulasi dampak ekonomi yang ia hitung, potensi pendapatan yang bisa diraup daerah meliputi:
- * Estimasi Total: Nilai ekonomi yang dihasilkan diproyeksikan mencapai Rp 2,34 triliun.
- * Estimasi Harian: Perputaran uang menyentuh angka Rp 46,91 miliar per malam.
- * Parameter Hitungan: Berdasarkan asumsi 5.864 venue aktif, 50 malam efektif, dan melibatkan rata-rata empat UMKM pada setiap venue.
"Kalau semuanya aktif ini semuanya akan luar biasa," tutup Fiki.
Keterlibatan Sektor Usaha dan Komunitas
Melalui surat tertanggal 14 Juni 2026 tersebut, Mendagri mendorong keterlibatan aktif dari berbagai elemen lokal, seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga komunitas kepemudaan. Kehadiran pasar malam atau ruang berkumpul ini diharapkan menghidupkan kembali sektor riil bawah.
"Ini momentum juga yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuat sistem ekonomi jadi bergerak. Kalau ada nobar otomatis masyarakat kumpul, di situ ada dorongan untuk UMKM bergerak," urainya.
Agar agenda ini berjalan tertib, Mendagri mengimbau kepala daerah menggerakkan perangkat daerah untuk memberikan dukungan teknis, penyediaan sarana, pengaturan lalu lintas, hingga kebersihan. Pemda juga diwajibkan melakukan publikasi dan sosialisasi agar nobar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, koordinasi intensif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) harus tetap dilakukan demi menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
"Piala Dunia ini momentum bagi kita, pemerintah pusat maupun seluruh pemerintah daerah untuk memberikan hiburan sehat bagi masyarakat," jelasnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Nasional |













