Skandal Makan Bergizi Gratis Seret Petinggi BGN Jaksa Usut Pencucian Uang
![]() |
| Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. |
JAKARTA - Skandal dugaan korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) memasuki babak baru. Kejaksaan Agung (Kejagung) kini bersiap menggunakan instrumen tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menelusuri aliran dana.
Fokus penyidikan terus dipertajam di kantor BPA Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Keseriusan ini disampaikan langsung Senin (15/6/2026).
"Kalau ada alat bukti pastilah," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah merespons peluang penggunaan pasal TPPU.
Kejar Aset Kerugian Negara
Febrie memastikan tim penyidik bekerja maraton melengkapi alat bukti guna melakukan pengembangan perkara secara terukur.
"Pastilah, kalau ada alat bukti kita kejar," jelasnya singkat.
Dalam kesempatan berbeda, penegasan serupa dilontarkan pihak penerangan hukum. Fokus kejaksaan tidak hanya memenjarakan pelaku, namun menyelamatkan keuangan negara.
"Pasti kita akan mengejar, pihak-pihak yang dianggap terlibat pasti. Tidak hanya mempidanakan orangnya, tapi bagaimana kita juga memulihkan kerugian negara dengan salah satunya instrumen TPPU terhadap pihak yang ada kaitan dan yang menerima," urai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna.
Modus Mark Up dan Tersangka Utama
Penyimpangan dalam tata kelola MBG ini diduga dilakukan secara terstruktur. Kejagung mencium adanya afiliasi antara para tersangka dengan yayasan pengelola SPPG. Lebih jauh, terdapat dugaan mark up besar-besaran untuk pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, serta televisi.
Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan lima orang saksi menjadi tersangka, yang terdiri dari mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dan rekanan swasta:
- Mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana
- Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya
- Mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung
- Orang dekat Sony, Asep Yusuf Somantri atau AYS
- Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT), Andri Mulyono (AM) yang juga dikenal sebagai bos penyedia motor listrik BGN. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Beladiri, DKI Jakarta |













