Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Strategi Perdana Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Jauhi Dolar Amerika Serikat

Strategi Perdana Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Jauhi Dolar Amerika Serikat
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Selasa, 16 Juni 2026 17:05 WIB

JAKARTA - Langkah strategis diambil bendahara negara untuk memperluas jangkauan pembiayaan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan terbang ke Cina, Selasa (16/6/2026) guna mempresentasikan Panda Bond, sebuah instrumen surat utang berbasis mata uang yuan.

Tercatat ada 15 investor yang sudah memastikan jadwal pertemuan di Negeri Tirai Bambu tersebut. Inisiatif diversifikasi utang ini dijalankan Kemenkeu guna menekan ketergantungan pembiayaan terhadap dolar Amerika Serikat, terlebih di tengah situasi pelemahan rupiah yang berkelanjutan.

Kepastian keberangkatan ini disampaikan langsung di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

"Dalam rangka ketemu investor menerbitkan Panda Bond. Belum ada (target), tapi saya pikir akan banyak," papar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Fokus Penawaran Perdana

Penjajakan ini berstatus sebagai non-deal roadshow yang digelar secara reguler. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto menjabarkan pentingnya tatap muka langsung mengingat ini adalah debut pemerintah merilis obligasi tersebut.

"Apalagi ini kan mau penerbitan pertama ya, kami perlu ketemu para investor di mainland Cina, maupun ketemu otoritas," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto di Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Suminto merinci deretan investor institusi kelas dunia yang akan diajak berdiskusi pekan ini, antara lain:

  • Agriculture Bank of China
  • ICBC Wealth Management
  • Zhong Ou Asset Management

Pemerintah juga segera menunjuk beberapa lembaga keuangan strategis untuk menempati posisi Joint Lead Managers (JLM) demi memuluskan distribusi Panda Bond.

Dari Dim Sum Bond Menuju Benua Biru

Pencarian dana tidak berhenti di pasar Asia. Usai merampungkan tugas di Cina, Purbaya mengincar pasar obligasi di negara lain dengan rencana kunjungan ke Inggris serta beberapa investor utama di Eropa.

Jejak rekam pemerintah dalam menerbitkan instrumen serupa telah terbukti sukses. Mengutip informasi laman DJPPR, Kementerian Keuangan pernah menawarkan Surat Utang Negara (SUN) Chinese Renminbi dalam bentuk Dim Sum Bond, Kamis (23/10/2025).

Berbeda dengan Panda Bond, Dim Sum Bond diperdagangkan di luar daratan Cina, seperti di bursa Hong Kong. Ada dua seri yang dilepas ke pasar saat itu, yaitu RICNH1030 bertenor 5 tahun dan RICNH1035 dengan tenor panjang 10 tahun.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Ekonomi, Basket
wwwwww