Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
14 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Diplomasi Budaya Indonesia Masuk Kelas-Kelas Negeri Kanguru

Diplomasi Budaya Indonesia Masuk Kelas-Kelas Negeri Kanguru
Para Duta Pembelajaran Bahasa Indonesia. (Ist)
Rabu, 17 Juni 2026 21:32 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Australia memperluas kerja sama pendidikan dengan mengirimkan 80 Duta Pembelajaran Bahasa Indonesia (Indonesian Language Learning Ambassadors/ILLA) ke berbagai sekolah dan universitas di Australia.

Program ini dinilai menjadi langkah strategis memperkuat pengaruh budaya Indonesia sekaligus memperdalam hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Sebanyak 80 duta bahasa Indonesia akan ditempatkan di 51 sekolah dan tiga universitas di berbagai wilayah Australia. Mereka bertugas mengajarkan bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia kepada pelajar Australia.

Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sejak program ILLA diluncurkan dan menunjukkan meningkatnya minat Australia terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengatakan hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga melalui interaksi langsung masyarakat dan dunia pendidikan.

"Hubungan antarmasyarakat adalah inti kemitraan Australia dan Indonesia. Program ini memungkinkan generasi muda kedua negara saling memahami dan membangun hubungan yang bertahan lama," kata Rod Brazier dalam keterangan pers, Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan tahunan Indonesia-Australia tahun 2025 di Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sepakat memperluas cakupan program sebagai bagian dari penguatan kerja sama strategis bilateral.

Para peserta sebelumnya menjalani pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang difasilitasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pembekalan tersebut bertujuan mempersiapkan para duta menghadapi lingkungan pendidikan yang beragam di Australia.

Program ini tidak sekadar mengajarkan tata bahasa atau kosakata. Para duta juga akan menjadi representasi Indonesia di ruang-ruang pendidikan Australia, memperkenalkan budaya Nusantara, tradisi lokal, hingga cara pandang masyarakat Indonesia kepada generasi muda Australia.

Peningkatan jumlah peserta menjadi 80 orang dipandang sebagai indikator semakin kuatnya kerja sama pendidikan kedua negara.

Di tengah kompetisi pengaruh global di kawasan Asia-Pasifik, diplomasi berbasis pendidikan dan budaya dinilai menjadi instrumen yang efektif untuk mempererat hubungan jangka panjang.

Dengan penempatan puluhan duta bahasa Indonesia di berbagai kota Australia, pemerintah kedua negara berharap hubungan bilateral tidak hanya bertumpu pada perdagangan dan investasi, tetapi juga tumbuh dari pemahaman budaya, pertukaran pengetahuan, dan kedekatan antargenerasi. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Basket, DKI Jakarta
wwwwww