Pramono Imbau Demonstrasi Tertib Tanpa Merusak Fasilitas Umum
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. |
Jum'at, 19 Juni 2026 14:51 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengimbau, seluruh peserta unjuk rasa yang berlangsung di berbagai titik ibu kota untuk menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum selama menyampaikan aspirasi, Jumat (19/6/2026).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul sejumlah aksi demonstrasi yang digelar di kawasan strategis Jakarta, termasuk di depan Gedung DPR RI dan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
"Ungkapan ekspresi ini jangan merusak fasilitas umum, karena fasilitas umum itu milik bersama," kata Pram saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat.
Pram menegaskan, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas serta menjaga aset publik yang digunakan bersama.
"Saya mengimbau, meminta, siapapun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta, jangan merusak fasilitas umum," ujarnya.
Pada hari yang sama, gelombang aksi unjuk rasa kembali mewarnai ibu kota. Sedikitnya lima titik demonstrasi tersebar di sejumlah kawasan strategis Jakarta, mulai dari kawasan Monas hingga Gedung DPR/MPR RI.
Salah satu aksi yang menjadi perhatian berlangsung di depan Gedung DPR RI. Demonstrasi tersebut diikuti sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas Universitas Trisakti. Seruan aksi disampaikan melalui akun media sosial Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, BEM Fakultas Hukum Trisakti, BEM Fakultas Teknologi Industri Trisakti, dan BEM STMA Trisakti.
Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 13.30 WIB itu mengusung tema Tiga Tuntutan Rakyat, yakni memulihkan ekonomi dan politik, memberantas inkompetensi pejabat, serta mengembalikan supremasi sipil.
Sementara itu, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, massa dari organisasi Tani Merdeka Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar aksi dukungan terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan selama aksi berlangsung, aparat kepolisian mengerahkan 4.263 personel gabungan. Apel pengamanan telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB.
Pihak kepolisian memperkirakan puncak keramaian aksi terjadi pada rentang pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, sehingga pengamanan difokuskan pada titik-titik konsentrasi massa dan jalur utama lalu lintas.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun menimbulkan kerusakan terhadap fasilitas publik.
"Kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk menjaga ketertiban serta merawat fasilitas umum yang menjadi milik seluruh warga Jakarta," pungkas Pram. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |











