Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Empat Calon Manajer Koperasi Gugur Pelatihan Militer di Jakarta

Empat Calon Manajer Koperasi Gugur Pelatihan Militer di Jakarta
Ilustrasi
Jum'at, 26 Juni 2026 20:06 WIB

JAKARTA - Kematian peserta latihan militer dasar komando cadangan di Jakarta kembali bertambah. Tercatat 4 calon manajer dari Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia.

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan menjadi korban keempat. Ia mengembuskan napas terakhir Jumat dini hari (26/6/2026).

Kabar duka ini dibenarkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari melalui pesan singkat kepada Tempo.

"Ya, keluarga mengatakan penyakit bawaan almarhum," jelas Destry Anna Sari.

Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dari satuan Kodam III/Siliwangi ini mulai merasa sakit Kamis (25/6/2026) pukul 14.30 WIB. Rifki datang ke ruang kesehatan mengeluhkan sesak napas dan lemas.

Tim kesehatan TNI mendapati pasien memiliki riwayat hipertensi dan rutin meminum Amlodipin 5 miligram. Pemeriksaan awal menunjukkan suhu tubuh 36,8 derajat celsius serta saturasi oksigen 96 persen. Terapi oksigen 3 liter per menit langsung diberikan melalui nasal kanul.

Kondisinya sempat membaik dan kembali berlatih, namun sesak napas kembali mendera pukul 18.00 WIB. Selang 25 menit, pasien dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Angkatan Udara dr Esnawan Antariksa, Jakarta.

Setiba di rumah sakit pukul 18.30 WIB, kondisinya terus memburuk. Dokter mendiagnosis adanya penurunan kesadaran dipicu neurogenik, kardiogenik, serta pneumonia. Tim medis turut mencatat indikasi syok hipovolemik atau syok sepsis serta hiponatremia berat. Rifki dinyatakan meninggal dunia pukul 00.28 WIB.

"Hasil koordinasi dengan pihak keluarga, rencananya almarhum akan dikebumikan di Sumedang," urai keterangan tertulis laporan tersebut.

Kementerian Pertahanan sebelumnya juga telah mengonfirmasi tiga kematian lain. Novia Rahmadhani Sihotang meninggal Selasa (23/6/2026) di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta dengan riwayat tuberkulosis atau TBC.

Korban lain, Anisa Muyassaroh wafat akibat heat stroke Kamis (18/6/2026) di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sementara Yonanda Muhammad Taufiq meninggal karena cardiac arrest atau henti jantung Rabu (17/6/2026) saat berlatih di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww