Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Nusantara

Senator Dailami Firdaus Minta Program Latsarmil SPPI Dievaluasi

Senator Dailami Firdaus Minta Program Latsarmil SPPI Dievaluasi
Senator DPD RI Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus. (Ist)
Senin, 29 Juni 2026 13:41 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Senator DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus meminta pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyusul meninggalnya lima peserta saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).

Dailami mengatakan, insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan yang diterapkan dalam program SPPI, terutama jika dikaitkan dengan tujuan utama mencetak calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

 
"Saya meminta program tersebut dihentikan sementara dan dievaluasi terlebih dahulu agar kejadian serupa tidak kembali terulang," kata Dailami, Srnin (29/6/2026).
 
Ia menilai, pembekalan bagi para peserta semestinya lebih difokuskan pada peningkatan kompetensi yang berkaitan langsung dengan tugas mereka sebagai calon manajer koperasi. 
 
Menurutnya, kemampuan di bidang manajemen, tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga pengambilan keputusan jauh lebih relevan dibandingkan latihan dasar kemiliteran.
 
Dailami menuturkan, pelatihan bergaya militer memiliki tujuan positif, seperti membangun kedisiplinan, loyalitas, dan semangat juang. Namun, ia menilai pendekatan tersebut kurang tepat diterapkan dalam konteks pengelolaan koperasi maupun kampung nelayan.
 
"Pelatihan ala militer memang memiliki niat yang baik untuk membentuk militansi, loyalitas, dan kedisiplinan. Namun, untuk konteks pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, saya rasa pendekatan tersebut kurang sesuai," terangnya.
 
Dailami menambahkan, keberhasilan koperasi dan kampung nelayan sangat bergantung pada kemampuan membangun kolaborasi, kepemimpinan, serta pemberdayaan masyarakat. Karena itu, metode pelatihan yang digunakan seharusnya lebih inklusif dan berorientasi pada pengembangan kapasitas individu.
 
Ia memaparkan, penguatan keterampilan teknis dan manajerial akan menjadi bekal penting bagi para peserta dalam mengelola koperasi secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.
 
"Dengan menekankan keterampilan yang lebih relevan, seperti manajemen keuangan, pemasaran, serta teknik pengambilan keputusan yang baik, akan tercipta koperasi dan kampung nelayan yang efektif, produktif, dan berkelanjutan," tuturnya.
 
Dailami berharap, pemerintah menjadikan insiden meninggalnya lima peserta SPPI sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain program. Orientasi pelatihan harus diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
"Paling dibutuhkan saat ini adalah kemampuan dan pengetahuan tentang bagaimana mengelola koperasi secara konstruktif sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat pengembangan ekonomi lokal, dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Nusantara
wwwwww