Tolak Pekerja Jadi Korban, Pemerintah Berencana Akuisisi PT Granito
![]() |
| Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea (kedua dari kiri) mengatakan pemerintah akan akuisisi PT Granito Kramik jika tetap tutup operasional dan PHK buruh. (kurniawan/detikcom) |
JAKARTA - Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT Granito Kramik terus dimonitor oleh pemerintah. Meski harga liquefied natural gas (LNG) alias bahan baku gas industri telah diturunkan, perusahaan tetap berencana mengurangi pekerja, sehingga pemerintah membuka peluang melakukan akuisisi.
"Teman-teman, di rapat kemarin, pemerintah memutuskan khusus untuk PT Granito, kalau pengusahanya tidak melanjutkan (operasional), pemerintah akan mengambil alih. Jadi, itu komitmen kami," terang Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea saat menggelar jumpa pers di kantor DPP KSPSI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Gagasan tersebut muncul dalam rapat strategis antara pemerintah dan serikat buruh demi menyelamatkan nasib tenaga kerja.
"Kalau perusahaan tidak sanggup, sedangkan harga gas sudah diturunkan dengan sangat luar biasa, tetap tidak melanjutkan usahanya, pemerintah saya tegaskan akan mengambil alih perusahaan tersebut untuk keselamatan para buruh yang ada yang sudah diputuskan untuk PHK," tegasnya.
Skema Penyelamatan Perusahaan
Langkah pengambilalihan ini dipertimbangkan melalui dua jalur utama yang kini tengah dijajaki.
"Ada banyak jalan, atau diakuisisi Danantara, ataukah dicarikan investor baru. Saat ini kita sudah melakukan penjajakan," ucapnya.
"Kalau perusahaan tetap ngotot mem-PHK, pemerintah pada saat kesempatan pertemuan kemarin berencana untuk mengambil alih dengan dua cara, mencarikan investor baru atau diakuisisi oleh Danantara, untuk penyelamatan cepat dari pemerintah," urainya.
Mitigasi Cepat Lintas Sektoral
Jumlah korban PHK dari pihak serikat pekerja telah terdata secara pasti dan dikonfirmasi oleh pengurus daerah.
"Yang ter-PHK itu, yang sekarang terkonfirmasi sekitar 447 anggota kami, yang ter-PHK di PT Granito. Sudah disampaikan oleh pengusaha sekarang, bahwa statusnya PHK. Bahkan tadi dicek oleh Pak Yusuf, Bung Yusuf, sebagai Ketua Pimpinan Cabang, ketika kebijakan gas industri turun, mereka tetap mengambil kebijakan PHK," paparnya.
"Untuk Granito, teman-teman sekalian, pemerintah akan mengambil langkah cepat dan tepat untuk bagaimana teman-teman pekerja PT Granito dapat bekerja kembali. Hal ini kita lakukan agar tidak ada yang ditinggalkan, tidak ada yang mengalami kesulitan," sambungnya.
Guna mencari jalan keluar, rapat koordinasi tingkat tinggi akan diselenggarakan besok yang dihadiri Mensesneg selaku Ketua Mitigasi Satgas PHK, Prasetyo Hadi, Menaker, Yassierli, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Desk Ketenagakerjaan Polri.
"Besok kita akan bicarakan nasib PT Granito dan dalam waktu dekat saya akan ketemu dengan pimpinan perusahaannya karena saya ingin menyelamatkan anggota saya, anggota KSPSI dan juga buruh yang bekerja di situ walaupun tidak berafiliasi dengan KSPSI," jelasnya.
"Hal ini menunjukkan keberpihakan pemerintah bahwa apa yang kita sampaikan, kesulitan, ancaman, dan situasi yang sangat kritis, saya bilang kritis karena bukan hanya ancaman, akhirnya terjadi Granito anggota kami yang situasinya cukup baik, perusahaan sangat besar, akhirnya tumbang karena enggak kuat untuk menutupi biaya gas industri," tutupnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Olympic |













