Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Victor Dethan Sebut Pentingnya Pergerakan Tanpa Bola dan Mentalitas

Victor Dethan Sebut Pentingnya Pergerakan Tanpa Bola dan Mentalitas
Pemain Persija Jakarta, Victor Dethan. (Ileague.id)
Selasa, 30 Juni 2026 17:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Victor Dethan memahami bahwa kontribusi seorang pemain tak hanya diukur dari apa yang dilakukan saat menguasai bola, tapi juga sebaliknya. Kematangan cara pandang inilah yang membuat Macan Kemayoran tertarik merekrutnya.

Bagi pemain sayap anyar Persija Jakarta itu, pergerakan tanpa bola justru menjadi aspek yang tak kalah penting dalam membantu tim menjalankan skema permainan.

Dethan menilai, kemampuan membaca ruang, membuka jalur umpan, hingga menempatkan diri di posisi yang tepat merupakan bagian dari peran penting seorang pesepakbola. 

“Ini sempat dibilang sama pelatih saya, dan dia bilang dalam pertandingan satu pemain itu memegang bola cuma mungkin satu atau dua menit. Lalu yang 88 menit yang lain itu bikin buat apa?” kata Dethan.

“Menurutnya yang paling penting itu dalam 88 menit itu pemain bisa menggunakan waktu tersebut dengan baik dalam kejar bola atau dalam menempatkan posisi diri dengan baik,” tuturnya.

Kesadaran itu membuat Dethan terus berupaya menyempurnakan permainannya, bukan hanya ketika menguasai bola, tetapi juga saat harus bergerak untuk menciptakan ruang maupun membantu pertahanan. 

Baginya, mengikuti setiap instruksi pelatih menjadi kunci agar perannya di lapangan dapat memberikan dampak maksimal bagi tim.

“Menurut saya harus terus mendengar pelatih sih. Arahan apa pun yang diberikan pelatih harus tetap diikuti,” ucapnya.

Selain aspek taktik dan teknis, Dethan pun merasa ada satu hal lain yang tak kalah penting untuk terus diasah, yakni mentalitas. Menurutnya, kemampuan menjaga kepercayaan diri dan bangkit ketika performa menurun menjadi modal utama untuk berkembang sebagai pemain.

“Mentalitas itu yang paling penting. Sebab, bisa saja dalam pertandingan saya menurun ketimbang pertandingan sebelumnya, tapi mentalitas harus tetap ada untuk kembali ke performa terbaik,” ujar pemain berusia 21 tahun itu. ***

wwwwww