Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Batal Dibangun di Ibu Kota Nusantara Menteri Keuangan Sebut Kawasan Terlalu Sepi

Batal Dibangun di Ibu Kota Nusantara Menteri Keuangan Sebut Kawasan Terlalu Sepi
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Kamis, 02 Juli 2026 21:00 WIB

JAKARTA - Ambisi Indonesia untuk memiliki Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) semakin dekat seiring percepatan penyusunan landasan hukumnya. Proyek prestisius yang dirancang untuk menarik modal global ini rupanya tidak melirik Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi utamanya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa secara terang-terangan menyebut kondisi IKN saat ini belum memungkinkan untuk menampung kawasan finansial raksasa tersebut akibat minimnya aktivitas penduduk.

"Sampai sekarang saya belum tahu. (IKN?) Mungkin nggak, terlalu sepi di IKN," tegasnya usai rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Pemerintah kini memutar arah dan mencari titik kumpul paling menjanjikan bagi investor asing. Opsi paling potensial jatuh kepada Pulau Bali yang direncanakan akan memiliki beberapa kawasan khusus.

"Ini kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali. Tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," paparnya.

Pembentukan International Financial Center (IFC) ini diproyeksikan mampu mendongkrak masuknya investasi ke Tanah Air. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menargetkan pencapaian yang bisa menyaingi dominasi Singapura.

"Ya Rp5.000 triliun itu, jadi dana masuk ke Singapura dulu baru disebar. Nah, sedangkan potensi investasi di Indonesia kan besar," tambahnya, Kamis (25/6/2026).

Langkah menggarap regulasi dan ekosistem infrastruktur di Bali dinilai krusial. Kehadiran pusat keuangan baru ini diharapkan dapat mengambil porsi dari aliran dana internasional yang selama ini hanya berputar di negara-negara tertentu.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Voli, Ekonomi, DKI Jakarta, Kalimantan Timur
wwwwww